Breaking News

BURSA Judi Online Joe Biden Favorit Menang| Donald Trump Minta Penghitungan Suara Dihentikan

Angka kemenangan Biden ini sangat jauh jika dibandingkan Pilpres 2016 silam, di mana Trump memperoleh kemenangan atas Hillary Clinton di Michiga

Editor: Salomo Tarigan
AFP/MORRY GASH and JIM WATSON
Donald Trump dan Joe Biden 

Trump memiliki 49% dan Biden memiliki 49,3% suara, menurut Edison Research seperti dilansir Reuters, Rabu (4/11).

Bursa Smarkets yang berbasis di Inggris memberi Biden peluang 58%, sementara pasar prediksi berbasis di Selandia Baru PredictIt memiliki Biden di 63%.

Peluang Trump di Smarkets duduk di 41% - penurunan besar dari 80% dalam semalam.

Peluang untuk kemenangan Biden pada satu titik telah turun menjadi kurang dari sepertiga pada hari Selasa, data dari agregator menunjukkan.

Pembalikan pasar taruhan semalam terutama "didorong oleh Trump yang tampaknya memegang kunci ayunan negara bagian Florida sebagai hasil dari penampilan yang sangat kuat untuknya di daerah Miami-Dade dengan populasi Kuba yang besar," kata Patrick Flynn, analis politik di Smarkets.

Trump sebelumnya secara keliru mengklaim kemenangan atas Biden dengan jutaan suara masih terhitung dalam pemilihan Gedung Putih yang tidak akan diputuskan sampai segelintir negara bagian menyelesaikan penghitungan suara selama beberapa jam atau hari berikutnya.

Petaruh di bursa taruhan Inggris Betfair sementara itu juga memberi Biden sekitar 60% peluang untuk menang, merusak prospek masa jabatan kedua untuk Trump di Gedung Putih.

Baca juga: KEBAKARAN di Tanjung Morawa Tadi Malam, Pabrik Kayu STI Terbakar, Api Muncul dari Gudang Thinner

Pemilu 2020 akan menjadi acara taruhan terbesar sepanjang masa, kata perusahaan taruhan, dengan satu pemain pada hari Senin menempatkan taruhan satu juta pound yang memecahkan rekor pada kemenangan penantang Demokrat Joe Biden.

Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Joe Biden masih mengungguli calon petahana dari Partai Republik, Donald Trump.

Perolehan electoral votes Biden kini semakin mendekati 270, jumlah minimal yang dibutuhkan untuk ke Gedung Putih.

Mengutip CNN, Biden kini sudah memperoleh 253 electoral vote.

Baca juga: KEBAKARAN di Tanjung Morawa Tadi Malam, Pabrik Kayu STI Terbakar, Api Muncul dari Gudang Thinner

Sementara Trump memperoleh 213 electoral vote.

Ini berarti, Biden hanya butuh 17 electoral vote lagi untuk mengantarkannya ke Gedung Putih.

Namun, proses penghitungan suara di beberapa negara bagian penting belum usai dan peta bisa saja berubah.

Ada 6 negara bagian AS yang masih belum menuntaskan penghitungan suara.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved