Fakta Baru Pembunuhan Listifah, Mabuk saat Bercinta dan Cekcok, Kiswanto Sadar saat Korban Tewas

Kiswanto yang sedang dalam pengaruh minuman keras kemudian secara spontan menganiaya Listifah hingga tewas.

Editor: Tariden Turnip
DOKUMEN POLRES KUDUS
Fakta Baru Pembunuhan Listifah, Mabuk saat Bercinta dan Cekcok, Kiswanto Sadar saat Korban Tewas . Kiswanto Hariyono (40), warga Desa Loram, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah tersangka pembunuh teman SD yang juga selingkuhannya Listifah. 

TRIBUN-MEDAN, KUDUS - Fakta Baru Pembunuhan Listifah, Mabuk saat Bercinta dan Cekcok, Kiswanto Sadar saat Korban Tewas  

Terungkap fakta baru dalam kasus pembunuhan pedagang kain Listifah (38) oleh selingkuhannya Kiswanto Hariyono (40), di Hotel Mahkota, Kecamatan Jati, Kudus pada Minggu (25/10/2020) malam.

Kiswanto Hariyono, warga Desa Loram, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengaku menyesal telah menghabisi nyawa selingkuhannya, Listifah (38) yang juga teman kecilnya semasa duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Kiswanto mengaku mulai menjalin asmara terlarang dengan warga Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kudus, tersebut sejak tiga bulan lalu usai dipertemukan dalam reuni SD.

Penjual besi tua itu mencekik leher dan menindih dada wanita pedagang pakaian itu hingga tewas di dalam kamar hotel usai keduanya berhubungan badan.

Permasalahan itu dipicu lantaran Kiswanto berniat mengakhiri perselingkuhannya dengan alasan sudah diketahui istrinya.

Saat itulah Listifah menolak jika asmara gelap tersebut disudahi begitu saja dan akhirnya berujung cekcok.

Kiswanto yang sedang dalam pengaruh minuman keras kemudian secara spontan menganiaya Listifah hingga tewas.

"Saya tidak punya niat untuk melarikan diri dan bersembunyi.

Saya menyesal dan saya khilaf," tutur bapak tiga anak ini di Mapolres Kudus, Selasa (27/10/2020).

Listifah sempat dilaporkan hilang
Listifah sempat dilaporkan hilang (facebook)

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agustinus David mengatakan, saat kejadian penganiayaan pelaku dalam kondisi mabuk minuman keras.

Tersadar telah mengakhiri hidup selingkuhannya itu, pelaku yang panik terus saja berupaya membangunkannya.

"Korban dipastikan meninggal dunia pada sore pukul 16.30.

Pelaku yang panik terus saja berupaya membangunkan korban di dalam kamar hotel.

Selama berjam-jam tunggui jasad korban.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved