Reaksi Jokowi saat Terima Proposal Amerika yang Ingin Bangun Pangkalan Militer di Indonesia

Jadi rencananya, pesawat canggih negara Donald Trump itu meminta bisa mendarat dan mengisi minyak di wilayah NKRI.

TRIBUN-MEDAN.COM/HO
Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto di Kalimantan Tengah, Kamis. 

China juga tengah berusaha meningkatkan persaingan mereka untuk mendapatkan pengaruh di Asia Tenggara.

Pesawat mata-mata P-8 memainkan peran penting dalam mengawasi aktivitas militer China di Laut China Selatan, yang sebagian besar diklaim sebagai wilayah kedaulatannya.

Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Brunei juga memiliki klaim atas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) kaya sumber daya tersebut, yang merupakan jalur perdagangan senilai 3 triliun dollar AS setiap tahunnya.

Indonesia tidak memiliki masalah di Laut China Selatan yang sedang diributkan oleh beberapa negara Asean, tetapi menganggap sebagian Laut Cina Selatan sebagai miliknya.

Indonesia secara teratur telah mengusir kapal penjaga pantai dan kapal nelayan China dari daerah yang dikuasi.

“Indonesia tidak ingin campur tangan dalam konflik, dan khawatir dapat meningkatnya ketegangan antara kedua negara adidaya tersebut di Laut China Selatan,” kata Retno kepada Reuters.

“Kami tidak ingin terjebak oleh persaingan ini. Indonesia ingin menunjukkan bahwa kami siap menjadi partner Anda,” sambungnya.

tribunnews
Jokowi (Instagram Jokowi)

Perdaya China

Dino Patti Djalal, mantan duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat, mengatakan kebijakan anti-China yang sangat agresif dari AS telah membuat Indonesia dan kawasan itu ketakutan.

"Itu terlihat tidak pada tempatnya. Kami tidak ingin tertipu menjadi kampanye anti-China,”

“Tentu saja kami mempertahankan kemerdekaan kami, tetapi ada keterlibatan ekonomi yang lebih dalam dan China sekarang menjadi negara paling berpengaruh di dunia bagi Indonesia,” ujarnya.

Kecerobohan AS

Greg Poling, seorang analis Asia Tenggara di AS mengatakan, AS yang mencoba mendapatkan hak pangkalan untuk pesawat mata-mata di Indonesia adalah contoh jangkauan yang ceroboh.

"Itu adalah indikasi betapa sedikit orang di pemerintah AS yang memahami Indonesia," katanya kepada Reuters.

“Ada batasan yang jelas untuk apa yang dapat Anda lakukan, dan jika menyangkut Indonesia, mereka punya kedaulatannya,” jelasnya

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved