Polisi Ungkap Kronologi Pembunuhan Yeti (33) setelah Syukuran 7 Bulan Kehamilannya
Terdapat luka sayatan di bagian dagu sebelah kiri dan luka lebam di bagian wajah korban.
Kronologi pembunuhan
Diberitakan sebelumnya, Yeti ditemukan tewas oleh saksi Dede, Sabtu Sabtu (17/10/2020) sore lalu, sekitar pukul 18.00 WIB.
Saat itu saksi Dede berkunjung ke kontrakan korban dengan maksud untuk menawarkan makanan. Pasalnya Dede merasa aneh korban sejak pagi tidak kelihatan. Padahal biasanya setiap pagi korban kerap membeli sarapan di tempat saksi.
Akan tetapi, setibanya di rumah kontrakan korban, saksi Dede memanggil Neng Yeti namun tak ada jawaban.
Merasa aneh, saksi kemudian memanggil Mulyadi yang merupakan penjaga kontrakan untuk meminta tolong melakukan pengecekan. Pasalnya korban saat dipanggil tak menyahut dan pintu korban dalam keadaan terkunci.
Saat saksi membuka pintu, ia melihat korban tewas terlentang di kontrakannya.
Melihat kondisi korban tak bernyawa, saksi Dede dan Mulyadi langsung meninggalkan lokasi dan melapor ke RW serta polsek setempat.
Menurut polisi, terdapat luka sayatan di bagian dagu sebelah kiri dan luka lebam di bagian wajah korban.
Selanjutnya korban dibawa ke RSHS Bandung untuk dilakukan otopsi.
Ilustrasi ruang jenazah. (TRIBUN MEDAN / ist)
Dalam pemberitaan sebelumnya, seorang perempuan yang sedang hamil 7 bulan ditemukan tewas di sebuah kamar kontrakan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan mengungkap bahwa wanita bernama Neng Yeti (33) itu adalah korban pembunuhan.
Menurut Hendra, kasus pembunuhan ini dilatarbelakangi rasa cemburu korban.
Sebelum terjadi pembunuhan, Yeti dan suami sirinya, Sutarman (43), sempat cekcok perihal ponsel pelaku.
"Pelaku ini cekcok pada saat korban ingin melihat isi ponselnya, kemudian di sekitar lokasi ada pisau. Kemudian ditusuk di lehernya, lebih kurang 5 sentimeter," kata Hendra di Mapolresta Bandung, Jumat (23/10/2020).
Pelaku kemudian menekan dada korban sampai akhirnya korban meninggal dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/inafis-polresta-deliserdang-olah-tkp-pembunuhan.jpg)