Polisi Ungkap Kronologi Pembunuhan Yeti (33) setelah Syukuran 7 Bulan Kehamilannya

Terdapat luka sayatan di bagian dagu sebelah kiri dan luka lebam di bagian wajah korban.

Editor: AbdiTumanggor
Tribun-Medan.com
Ilustrasi tim inafis melakukan olah TKP di dalam rumah kontrakan korban. 

TRIBUN-MEDAN.COM -- Polisi sebut Neng Yeti (33) dibunuh setelah beberapa hari menggelar syukuran 7 bulan kandungan korban.

Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan di Mapolresta Bandung.

"Setelah menggelar syukuran 7 bulanan, lalu dilakukan pembunuhan ini," kata Hendra di Mapolrestabes Bandung, Jumat (23/10/2020).

Neng Yeti tewas dibunuh suami sirinya, Sutarman (47), di kontrakan mereka di Kampung Cibeureum, Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Sabtu (17/10/2020) lalu.

Pelaku membunuh korban dengan menusuk leher dan menekan dadanya hingga meninggal.

"Ditusuk di lehernya, kurang lebih 5 cm, kemudian ditekan dadanya, sehingga mengakibatkan kematian," kata kata Hendra.

Usai membunuh istri sirinya, pelaku kemudian melarikan diri melalui jendela kamar setelah sebelumnya mengunci pintu kontrakan dari dalam.

Sutarman lari Jawa Jengah menuju rumah temannya. Setelah itu, ia hendak mengunjungi rumah istri pertamanya di Wonosobo, Jawa Tengah.

Akan tetapi, pada Kamis (22/10/2020), Satreskrim Polresta Bandung yang telah melakukan pengejaran selama enam hari akhirnya berhasil menangkap pelaku di rumah temannya di Banjarnegara.

Kasat Reskrim Polresta Bandung AKP Bimantoro Kurniawan menambahkan, penangkapan pelaku ini berdasarkan alat bukti dan keterangan lima saksi yang telah dikumpulkan.

Setelah mengetahui identitas pelaku, tim reskrim pun langsung melakukan penangkapan.

"Keterangan saksi dan alat bukti lain yang mengarah ke si pelaku dan kita yakin bahwa dia sebagai tersangka tunggal," ucap Bimantoro.

Dikatakan, pelarian pelaku ke rumah temannya ini memnag bertujuan untuk bersembunyi dari kejaran kepolisian.

Saat ditangkap di rumah temannya, pelaku pun tak melakukan perlawanan.

"Memang tujuan mereka bersembunyi, menghindari kejaran dari kepolisian," ucapnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved