Ketika Rocky Gerung Sebut Rizieq Shihab Lebih Pancasilais Ketimbang Jokowi
Hal itu ia sampaikan kala menjadi tamu undangan di program Mata Najwa edisi Rabu, 21 Oktober 2020.
Sebaliknya, Rocky Gerung akan menghargai pendukung Presiden yang mempunyai argumentasi kuat untuk memberikan pembelaan pada Presiden.
"Saya sering bertengkar dengan Akbar, tapi saya lihat Akbar punya kemampuan membela presiden dengan argumentasi, kalau itu saya hormati.
Karena itu saya bisa bertengkar, tapi kalau nggak punya argumen saya nggak bisa bertengkar kan," ucapnya.
Rocky Gerung menyebut bahwa presiden dipilih berdasarkan dua dukungan.
Kedua dukungan yang dimaksud yakni secara legalitas dan legitimasi.
"Tapi yang lebih penting adalah tentu presiden dipilih dengan dua dukungan yaitu legalitas dan legitimasi.
Legalitas adalah aturan negara atauran hukum, dipilih atau terpilih," ujarnya.
Namun jika dilihat saat itu, Presiden Jokowi justru kurang mendapatkan dukungan legitmasi tersebut.
Oleh karena itu, ia memberikan kritikan sebagai wujud dukungan legitmasi kepada Presiden Jokowi.
"Tapi waktu itu bagi saya legitimasi yang tidak ada atau sangat kurang, jadi saya ingin tambah legitimasi dengan kritik," paparnya.
"Presidennya legal, tapi legitimasinya drop terus," sambungnya.
Di akhir pernyataannya Rocky Gerung menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membenci Presiden Jokowi sebagai manusia.
Ia hanya tidak suka dengan jalan pikiran kabinet Jokowi dalam mengatasi produk sosial.
"Saya nggak pernah marah pada Pak Jokowi sebagai manusia, yang saya marah adalah jalan pikiran kabinet didalam mengatasi produk sosial," pungkasnya.
Rocky Gerung Kritik Pakaian yang Digunakan Presiden Jokowi saat Sidang Tahunan MPR
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rocky-gerung-sebut-prabowo-subianto-berpotensi-di-reshuffle-singgung-ada-dua-matahari.jpg)