Berita Foto: Aksi Menyalakan Lilin, AKBAR Sumut Menyuarakan Penolakan Pengesahan UU Cipta Kerja

Massa aksi ini juga menyalakan lilin sebagai simbol duka cita atas tindakan represif aparat dan bersama-sama menyanyikan sejumlah lagu perjuangan.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Massa dari Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (AKBAR) Sumut kembali melakukan aksi menyalakan lilin di Medan, Kamis (22/10/2020). Dalam aksi damai tersebut, mereka menyuarakan penolakan pengesahan Undang-undang Cipta Kerja. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Massa dari Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (AKBAR) Sumut kembali melakukan aksi unjuk rasa, di Medan, Kamis (22/10/2020). Dalam aksi damai tersebut, mereka menyuarakan penolakan pengesahan Undang-undang Cipta Kerja.

Massa dari Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (AKBAR) Sumut kembali melakukan aksi menyalakan lilin di Medan, Kamis (22/10/2020). Dalam aksi damai tersebut, mereka menyuarakan penolakan pengesahan Undang-undang Cipta Kerja.
Massa dari Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (AKBAR) Sumut kembali melakukan aksi menyalakan lilin di Medan, Kamis (22/10/2020). Dalam aksi damai tersebut, mereka menyuarakan penolakan pengesahan Undang-undang Cipta Kerja. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Massa aksi berkumpul di Bundara Jalan Gatot Subroto, Medan. Sebanyak puluhan pengunjuk rasa hadiri aksi tersebut dengan membawa pengeras suara dan alat musik gitar dan perkusi.

Massa dari Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (AKBAR) Sumut kembali melakukan aksi menyanyikan lagu perjuangan dan membacakan puisi, di Medan, Kamis (22/10/2020). Dalam aksi damai tersebut, mereka menyuarakan penolakan pengesahan Undang-undang Cipta Kerja.
Massa dari Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (AKBAR) Sumut kembali melakukan aksi menyanyikan lagu perjuangan dan membacakan puisi, di Medan, Kamis (22/10/2020). Dalam aksi damai tersebut, mereka menyuarakan penolakan pengesahan Undang-undang Cipta Kerja. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Mereka secara bergantian berorasi dengan menyanyikan lagu perjuangan dan juga membacakan puisi. Mereka menuntut agar pemerintah membatalkan Omnibus Law dan menerbitkan peraturan pemerintah pengganti UU alias perpu.

Massa dari Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (AKBAR) Sumut kembali melakukan aksi menyalakan lilin di Medan, Kamis (22/10/2020). Dalam aksi damai tersebut, mereka menyuarakan penolakan pengesahan Undang-undang Cipta Kerja.
Massa dari Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (AKBAR) Sumut kembali melakukan aksi menyalakan lilin di Medan, Kamis (22/10/2020). Dalam aksi damai tersebut, mereka menyuarakan penolakan pengesahan Undang-undang Cipta Kerja. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Massa juga menyampaikan aspirasinya melalui nyanyian yang menggambarkan kembali tindakan represif aparat pada saat aksi demonstrasi UU Cipta Kerja.

Massa dari Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (AKBAR) Sumut kembali melakukan aksi menyanyikan lagu perjuangan dan membacakan puisi, di Medan, Kamis (22/10/2020). Dalam aksi damai tersebut, mereka menyuarakan penolakan pengesahan Undang-undang Cipta Kerja.
Massa dari Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (AKBAR) Sumut kembali melakukan aksi menyanyikan lagu perjuangan dan membacakan puisi, di Medan, Kamis (22/10/2020). Dalam aksi damai tersebut, mereka menyuarakan penolakan pengesahan Undang-undang Cipta Kerja. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Tak cukup sampai di situ, massa aksi ini juga menyalakan lilin sebagai simbol duka cita atas tindakan represif aparat dan bersama-sama menyanyikan sejumlah lagu perjuangan.

Massa dari Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (AKBAR) Sumut kembali melakukan aksi menyanyikan lagu perjuangan dan membacakan puisi, di Medan, Kamis (22/10/2020). Dalam aksi damai tersebut, mereka menyuarakan penolakan pengesahan Undang-undang Cipta Kerja.
Massa dari Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (AKBAR) Sumut kembali melakukan aksi menyanyikan lagu perjuangan dan membacakan puisi, di Medan, Kamis (22/10/2020). Dalam aksi damai tersebut, mereka menyuarakan penolakan pengesahan Undang-undang Cipta Kerja. (TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR)

Aksi mahasiswa yang berlangsung damai hingga massa membubarkan diri. Sementara, polisi nampak tetap mengawal jalannya unjuk rasa ini hingga usai. (sir/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved