Penanganan Covid

Cegah Penyebaran Covid-19 dan Peduli Lingkungan, Warga Medan Memilih Pakai Masker Kain

Sampah masker medis yang hanya bisa dipakai dalam jangka waktu tertentu tak jarang dibuang sembarangan dan membahayakan lingkungan.

Tribun Medan/Rechtin
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy saat membagikan masker gratis kepada warga di sekitar Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara atau UMSU Jalan Muchtar Basri Medan, Sabtu (12/9/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Menggunakan masker merupakan satu dari sejumlah upaya mencegah penyebaran covid-19. Jenis masker yang beragam memiliki fungsi dan kegunaan masing-masing.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dalam panduan anjuran menggunakan masker menyatakan, bahwa penggunaan masker medis di masa pandemi covid-19 harus diprioritaskan bagi tenaga kesehatan.

Hal ini dikarenakan penggunaan masker medis bagi masyarakat umum dapat menghasilkan rasa aman yang semu sehingga mengabaikan protokol kesehatan yang lainnya.

Tak hanya karena persoalan prioritas tenaga medis, beberapa warga Medan memilih untuk menggunakan masker kain atau masker non medis juga karena kepedulian akan lingkungan.

Sampah masker medis yang hanya bisa dipakai dalam jangka waktu tertentu tak jarang dibuang sembarangan dan membahayakan lingkungan.

Satu di antaranya adalah Wilda (26), seorang pekerja lepas asal Medan yang mengaku memilih menggunakan masker kain agar lebih meminimalisir produksi sampah.

"Saya lebih memilih masker kain ya, khususnya yang masker kain tiga lapis supaya bisa dipakai ulang. Kalau masker medis kan bisa menambah sampah ya selain itu juga bahaya karena itu masuk ke dalam sampah medis, jadi kalau dia buangnya sembarangan bisa berbahaya juga buat lingkungan," ujarnya saat diwawancarai Tribun Medan, Selasa (20/10/2020).

Wilda mengatakan dirinya memang sudah memulai gaya hidup minim sampah sejak tiga tahun yang lalu.

Meskipun dipercaya efektif melindungi dari virus, Wilda berharap masyarakat nonton medis yang menggunakan masker medis dapat lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

"Sebenarnya sah saja kalau pakai masker medis, tapi kembali ke anjuran WHO kan lebih baik diutamakan untuk tenaga medis. Saya berharap masyarakat yang pakai masker medis lebih bertanggung jawab dan sadar akan dampak lingkungan yang dihasilkan," terangnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Ashari (23) seorang mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta di Medan.

Ia menuturkan memilih untuk menggunakan masker kain dan mencuci nya setiap kembali ke rumah.

"Memang banyak ya sekarang masker medis dijual, akses nya untuk masyarakat biasa sudah lebih mudah daripada awal pandemi kemarin. Tapi saya masih lebih memilih masker kain karena lebih ramah lingkungan," katanya.

Jumlah Sampah Medis Meningkat

Pegiat gaya hidup minim sampah, Cak Oyong mengatakan bahwa dampak yang dibawa wabah virus corona tidak hanya berbahaya bagi manusia tetapi juga bagi lingkungan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved