PRABOWO Dipuji Pejabat Amerika, Amnesty International Mengecam | Masa Lalu Prabowo,13 Aktivis Hilang
Amnesty International dan pendukung hak asasi manusia lainnya mengecam keputusan Departemen Luar Negeri AS untuk memberinya visa.
PRABOWO Dipuji Pejabat Amerika, Amnesty International Mengecam | Masa Lalu Prabowo,13 Aktivis Hilang
TRIBUN-MEDAN.com -
Pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan akan menyambut Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto ke Pentagon, markas militer Amerika Serikat.
Amerika Serikat telah mencabut larangan terhadap Prabowo Subianto untuk masuk ke negara itu terkait tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan militer, seperti di Timor Timur.
Namun sejak diangkat menjadi Menteri Pertahanan RI tahun lalu, Pemerintahan Trump telah menganggap Prabowo Subianto sebagai tokoh kunci untuk memperdalam hubungan pertahanan dengan Indonesia.
Baca juga: LIGA ITALIA - Hasil Derby Inter Milan vs AC Milan, Rossoneri Menang 2-1, Ibrahimovic Cetak 2 Gol
Baca juga: Viral Aksi Pengantin Wanita Angkati Piring Kotor Tamu di Pernikahannya dan Nyeker di Jalanan Becek
Apalagi setelah Washington memperhatikan jika militer Indonesia sedang dibujuk oleh Rusia dan China.
Seorang pejabat senior pertahanan AS sangat membela keputusan untuk menyambut Prabowo Subianto yang dijadwalkan juga bertemu dengan Menteri Pertahanan Mark Esper.
"Prabowo adalah Menteri Pertahanan yang ditunjuk Presiden Indonesia, yang terpilih dua kali, dari negara demokrasi terbesar ketiga di dunia," kata pejabat yang tak mau disebut namanya.
"Dia adalah rekanan kami, kemitraan yang sangat penting, dan penting bagi kami untuk terlibat dengannya dan memperlakukannya sebagai mitra."
Baca juga: Cara Mendaftar Bansos UMKM, Syarat Lolos Dapat Bantuan UMKM, Segera Daftar NIK KTP, Bidang Usaha
Baca juga: Wanita Ini Dikurung Suaminya di Toilet Sempit selama 18 Bulan, Kondisinya Menyedihkan saat Ditemukan
Prabowo Subianto akan menerima pengarahan resmi di tempat lain di wilayah Washington DC, setelah Jakarta mempertimbangkan pembelian jet tempur yang juga menarik minat dari Rusia.
Dikecam
Amnesty International dan pendukung hak asasi manusia lainnya mengecam keputusan Departemen Luar Negeri AS untuk memberinya visa.
Sudah hampir 20 tahun Amerika Serikat menolak memberikan visa untuk bisa ke negaranya, termasuk ketika putra Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo lulus dari Boston University.
Di tahun 2012, Prabowo Subianto pernah mengatakan visa ke Amerika Serikat juga ditolak, setelah ia dituduh memicu kerusuhan yang menewaskan ratusan orang pada tahun 1998 yang berakhir dengan turunnya Presiden Soeharto.
"Keputusan Departemen Luar Negeri untuk mencabut larangan Prabowo Subianto adalah benar-benar kebalikan secara tiba-tiba dari kebijakan luar negeri AS yang telah lama ada," kata Direktur Advokasi dan Hubungan Pemerintah Amnesty International AS, Joanne Lin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/prabowo-diinterupsi-politisi-pdip.jpg)