Keluhkan Gaji Rp 228 Juta Perbulan, Boris Johnson, Perdana Menteri Inggris Dikabarkan Pengin Mundur

Boris Johnson berencana untuk mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri musim semi mendatang,

REUTERS/Darren Staples (Toby Melville)
Boris Johnson. 

TRIBUN-MEDAN.com - Boris Johnson berencana untuk mengundurkan diri sebagai Perdana Menteri musim semi mendatang, menurut pernyataan anggota parlemen seperti yang dilansir Mirror.

Anggota parlemen mengatakan Johnson secara pribadi mengeluh bahwa dia tidak bisa hidup dengan gaji perdana menteri sebesar £150.402 setahun (sekitar Rp2,8 Miliar setahun atau Rp228 juta per bulan).

Tetapi ia diperkirakan baru akan resign setidakanya enam bulan lagi demi menyelesaikan Brexit dan melihat Inggris keluar dari pandemi.

Johnson dikatakan cemburu dengan pendahulunya Theresa May, yang telah menghasilkan lebih dari £1 juta (Rp18 miliar) sebagai pembicara sejak berhenti sebagai PM tahun lalu.

Johnson yakin ia bisa menarik bayaran setidaknya dua kali lipatnya.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara selama konferensi pers virtual di dalam 10 Downing Street di pusat kota London pada 16 Oktober 2020
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara selama konferensi pers virtual di dalam 10 Downing Street di pusat kota London pada 16 Oktober 2020 (Eddie MULHOLLAND / POOL / AFP)

Sesaat sebelum memasuki No10, Johnson menghasilkan £160.000 (Rp 3 M) dalam satu bulan dari dua pidato.

Dia juga dibayar £23.000 (Rp436 juta) sebulan untuk kolom surat kabar biasa.

Seorang anggota parlemen berkata: "Boris memiliki setidaknya enam anak, beberapa cukup muda untuk membutuhkan bantuan keuangan."

"Dan dia harus membayar mantan istrinya, Marina Wheeler, sebagai bagian dari kesepakatan perceraian mereka."

Johnson juga menanggung masa depan pendidikan putranya yang berusia enam bulan untuk.

Menyekolahkan ke sekolah lamanya Eton akan menelan biaya £ 42.500 (Rp806 juta) setahun.

Dari mantan Perdana Menteri lainnya, David Cameron mendapatkan £120.000 (Rp2,2 miliar) untuk satu kali pidato atau menjadi pembicara.

Sedangkan Tony Blair diperkirakan bernilai £22 juta (Rp419 miliar) dari kuliah dan konsultasi.

Anggota parlemen mengatakan meski Johnson ingin menjadi PM, dia tidak begitu tertarik untuk benar-benar melakukan pekerjaan itu.

Seseorang menambahkan: "Boris adalah pezinah yang khas. Lebih tertarik pada pengejaran daripada hadiah."

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved