Breaking News

Hingga Gelombang Enam, 123 Ribu Masyarakat Sumut Lulus Verifikasi Kartu Pra Kerja

Banyak pilihan pelatihan yang disediakan dan pelatihan yang diberikan juga mengakomodir skill yang dibutuhkan di dunia kerja.

https://www.prakerja.go.id/
ILUSTRASI kartu pra kerja. 

TRI BUN-MEDAN.com,MEDAN- Sumut mendapatkan kuota 183 ribu untuk penerima bantuan kartu pra kerja.

Sampai gelombang keenam yang sudah lulus verifikasi sekitar 123 ribu.

"Pendataan terus diproses karena data dilakukan secara online dan semua data berada di pusat. Tapi kalau data yang sudah kita dapat by name by address itu sekitar 123 ribu," ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara, Harianto Butar Butar kepada Tribun-Medan.com, Kamis (15/10/2020).

Dari realisasi pencairan insentif, menurut Harianto pihaknya di daerah tak bisa mengontrol siapa saja yang insentifnya sudah dicairkan. Hal ini karena semua keputusan berada di pusat.

"Saya rasa untuk gelombang pertama hingga ketiga insentif Rp 600 ribu per bulan selama empat bulan sudah berjalan. Dan kita juga enggak bisa mengontrol siapa saja yang sudah menerima atau belum karena itu langsung dari pusat ke rekening masing-masing penerima kartu pra kerja," katanya.

Hal yang sama juga berlaku untuk bantuan pelatihan.

Ia mengatakan penerima kartu pra kerja juga berhak untuk bantuan pelatihan sebesar Rp1 juta. Bantuan untuk pelatihan diberikan secara non-tunai dan akan diberikan sekali saja, tetapi bisa digunakan untuk mengikuti beberapa pelatihan yang juga dilakukan secara online.

Baca juga: Pendaftaran di www.prakerja.go.id, Kepastian Kartu Pra Kerja Gelombang 11 Dibuka atau Tidak

Menurutnya kuota 183 ribu untuk penerima kartu pra kerja di Sumut ini sudah cukup jika dibandingkan dengan pekerja yang terkena PHK akibat pandemi Covid-19. Ia mengatakan sampai Juni 2020 ada sekitar 18 ribuan pekerja yang di PHK dan dirumahkan.

"Jumlah ini sudah berkurang karena ekonomi sudah berjalan. Jumlah 18 ribuan pekerja itu kan termasuk yang di PHK maupun yang dirumahkan. Tapi kan banyak juga pengusaha UMKM yang terkena dampak, nah mereka juga bisa daftar untuk kartu pra kerja ini," ungkapnya.

Ia mengatakan pihaknya terus mendorong masyarakat untuk mendaftar selama pendaftaran kartu pra kerja bisa dilakukan. Apalagi semua proses pendaftaran dilakukan secara online dan bisa dilakukan dari mana saja.

"Kita selalu sosialisasi melalui online bahwa pendaftarannya mudah. Kita selalu arahkan terutama teman-teman yang kena PHK atau dirumahkan atau para lulusan baru untuk mendaftar," ungkapnya.

Baca juga: Tak Dapat Subsidi Gaji dan Lolos Prakerja? Buruan Daftar JPS Kemnaker, Begini Caranya Daftarnya

Sementara itu salah satu penerima kartu pekerja ini, Mawar mengatakan pendaftaran untuk kartu pra kerja tidaklah sulit. Ia lulus pada gelombang pertama kartu pra kerja.

"Aku daftar pas awal ada program ini. Karena aku di PHK, jadi selama di rumah saja aku mengikuti pelatihan. Sekali mencoba dan langsung lulus," katanya.

Menurut Mawar pelatihan yang ditawarkan juga beragam. Salah satu pelatihan yang ia pilih adalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K3) Basic Factory. Sedangkan insentifnya sudah ia terima semuanya selama empat bulan.

Sementara penerima kartu pra kerja lainnya, Nivi mengatakan ia mencoba mendaftar pada gelombang pertama di April namun baru terdaftar September. Ia gagal mendaftar hingga tiga kali. Percobaan keempat kemudian berhasil.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved