SOSOK Bocah Heroik, Lawan Pemerkosa Ibunya hingga Nyawa Terenggut, Tak Mau Lari meski Disuruh Ibu
Nahasnya, bocah heroik R tewas di tangan pemerkosa ibunya sendiri setelah dibacok di bagian pundak kanan dan lehernya.
Korban Dn berhasil kabur dari pelaku karena berhasil melepaskan ikatannya dan segera meminta pertolongan warga setempat.
Diperkosa kedua kali
Samsul Bahri lalu kembali memperkosa D untuk kedua kalinya.
Setelah itu Samsul Bahri mengatakan pada D untuk ikut dengannya.
"Kau ikut aku ya, anak kau kita buang aja ya," kata Samsul Bahri ke D.
Korban D menolak, ia meminta agar jasad R dikebumikan oleh sang ayah.
“Jangan, biar bapaknya aja yang kubur," kata D ke Samsul Bahri.
Setelah itu pelaku kembali ke rumah korban dan membawa karung yang berisikan jenazah korban Rg ke arah sungai.
Lalu pelaku SB kembali ke arah rumah korban dan mengambil karung kedua yang bergerak-gerak dan meletakkan karung Itu yang berjarak sekitar 3-5 meter dari korban.
Saat itu, pelaku seperti sedang mengorek-ngorek tanah, lalu pelaku mengambil karung yang bergerak-gerak tersebut dan berjalan ke arah sungai selama kurang lebih 30 menit.
Melihat kesempatan tersebut, korban Dn berusaha melepaskan ikatan yang ada di tangannya, tepatnya saat azan subuh berkumandang, korban Dn berhasil melepaskan ikatan di tangannya.
“Begitu ikatan tangan terlepas, saat itu juga korban Dn langsung berlari menuju ke rumah warga untuk meminta pertolongan kepada warga setempat,” urai Kasat Reskrim.
(*)
Artikel ini sudah tayang di Serambi Indonesia dengan judul : ‘Selamat Jalan Nak, Kami Akan Selalu Merindukanmu’
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/fadli-fajar-tak-bisa-menyembunyikan-kesedihannya.jpg)