SOSOK Bocah Heroik, Lawan Pemerkosa Ibunya hingga Nyawa Terenggut, Tak Mau Lari meski Disuruh Ibu

Nahasnya, bocah heroik R tewas di tangan pemerkosa ibunya sendiri setelah dibacok di bagian pundak kanan dan lehernya.

IST
FADLI Fajar. (IST) 

Perbuatan keji itu dilakukan oleh tersangka Samsul Bahri, seorang residivis kasus pembunuhan berstatus pengangguran dan juga beralamat di Kecamatan Birem Bayeun.

Awalnya, terang Kasat Reskrim, pelaku Samsul masuk ke rumah korban melalui pintu depan dengan mencongkel kunci kayu menggunakan benda tajam berupa parang.

Setelah pintu rumah korban terbuka, pelaku Samsul langsung melihat korban yang sedang tidur bersama anaknya.

Pelaku kemudian melakukan hal tak senonoh saat korban tertidur.

Korban pun terbangun dan melihat pelaku sudah berada di samping tempat tidurnya tanpa menggunakan pakaian dan memegang senjata tajam berupa parang.

Anggota DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky saat menjenguk ibu muda korban pemerkosaan, Dn (28), di salah satu rumah sakit di Langsa.
Anggota DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky saat menjenguk ibu muda korban pemerkosaan, Dn (28), di salah satu rumah sakit di Langsa. (For Serambinews.com)

"Korban DN spontan langsung membangunkan anaknya (korban R) agar lari dari rumahnya itu untuk menyelamatkan diri," papar Kasat Reskrim.

Saat korban R terbangun alih-alih lari menyelamatkan diri, R yang melihat pelaku Samsul Bahri berupaya melawan

Bocah kelas 2 SD tersebut spontan berteriak minta tolong dan berupaya melawan pelaku.

Seketika itu pula Samsul langsung membacok korban R di bagian pundak sebelah kanan.

Selanjutnya, pelaku mendorong korban Dn dan kembali menebas bagian leher korban R, dilanjutkan dengan menusuk pundak sebelah kiri korban R dan dada Dn 1 kali.

Dalam kondisi luka di dadanya, korban Dn pun berusaha menolak.

Melihat itu, pelaku kemudian mencekik leher korban dan membenturkan kepala Dn ke rabat beton jalan yang berjarak 50 meter dari rumah korban.

Setelah korban lemas, pelaku merudapaksa korban Dn.

Korban kemudian dibawa ke perkebunan kelapa sawit oleh pelaku dalam keadaan tidak sadar.

Setelah melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku kemudian mengatakan kepada korban akan membuang jasad anaknya ke sungai.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved