Bakal Gelar Simulasi Pilkada Kota Medan, Kesbangpol Harap Kedua Paslon Tak Perlu Hadir

Pemko Medan siap mendukung penyelenggaraan Pilkada Kota Medan, mengingat ini merupakan penentuan pemimpin Kota Medan ke depannya.

TRIBUN MEDAN/HO
RAPAT Koordinasi Panduan Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara dengan Protokol Kesehatan serta Penggunaan Sirekap di Tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan di Jalan Kejaksaan Medan, Selasa (13/10/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Kota Medan akan melaksanakan simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Dengan Protokol Kesehatan pada hari Sabtu (17/10/2020) mendatang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kaban Kesbangpol Kota Medan Sulaiman Harahap, Rabu (14/10/2020). 

Sulaiman mengatakan simulasi ini menjadi penting demi kelancaran pelaksanaan Pilkada Kota Medan ditengah pandemi Covid 19.

Adapun TPS dan pemilih yang akan disimulasikan yakni TPS 6 Kelurahan Petisah Tengah Kecamatan Medan Petisah.

Rencananya pemilih yang terlibat sebanyak 325 orang dan dibagi dalam beberapa gelombang waktu. Selain itu simulasi tersebut nantinya akan dilakukan sebagaimana keadaan sesungguhnya.

Sulaiman mengatakan Pemko Medan siap mendukung penyelenggaraan Pilkada Kota Medan, mengingat ini merupakan penentuan pemimpin Kota Medan ke depannya.

Baca juga: KPUD Medan Tetapkan Desain Foto Surat Suara untuk Pilkada Medan, Direvisi hingga Empat kali

"Mengingat simulasi ini adalah hal yang sangat penting karena sebagai bentuk uji coba sistem pemungutan dan perhitungan dengan protokol kesehatan sebelum pelaksanaan di tanggal 9 Desember 2020. Tentunya simulasi ini harus dikondisikan sebagaimana keadaan pada pelaksanaan sesungguhnya," katanya.

Dikatakannya, pada 9 Desember tentunya TPS harus sudah steril dari berbagai atribut kampanye bahkan seharusnya,  kedua Paslon juga tidak perlu dihadirkan pada simulasi tersebut.

"Untuk menghindari penumpukan massa, karena ketika Paslon menghadiri kegiatan tentu akan banyak rombongan yang mendampingi malah nanti menjadi sorotan kepada kita yang menyelenggarakan simulasi ini. Jika kita memang betul-betul ingin menjadikan simulasi ini 99,99 persen mirip dengan aslinya. Kita jalani sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Artinya hanya perwakilan dari masing-masing Paslon yang dapat dipercaya sebagai agen sosialisasi yang dihadirkan," katanya.

Baca juga: 700 Napi Lapas Tanjunggusta Didata Untuk Pilkada Medan, cuma 400 yang Memenuhi Syarat

Terakhir, Sulaiman juga mengajak agar yang hadir secara langsung maupun yang menyaksikan melalui streaming dapat benar-benar menyimak jalannya simulasi tersebut.

Dengan demikian, dapat menjadi bahan evaluasi demi kesuksesan penyelenggaraan pilkada Kota Medan 2020.

"Mari kita lihat titik lemah yang terjadi di simulasi ini dan segala kemungkinan yang akan terjadi dan hambatan lainnya. Karenanya besar harapan saya KPU dapat menghadirkan 325 pemilih yang akan mengikuti simulasi. Jika ada yang keperluan tambahan yang belum terangkum pada simulasi nanti dapat didiskusikan lagi," pungkasnya.(cr21/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved