Ops Yustisi di Tugu Perjuangan Berastagi, Pengendara Sepeda Motor Kabur dari Penjagaan Petugas

Tim gabungan kali ini melakukan razia sejak sekira pukul 13.00 WIB. Titik razia ini dipilih dikarenakan menjadi salah satu simpul lalulintas.

TRIBUN MEDAN/M NASRUL
PETUGAS gabungan memberhentikan pengendara yang tidak menggunakan masker saat berlangsungnya Ops Yustisi, di kawasan Tugu Perjuangan, Jalan Jamin Ginting, Berastagi, Minggu (11/10/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Petugas gabungan dari Polres Tanah Karo, Kodim 0205/TK, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Karo, kembali menggelar Ops Yustisi rutin, Minggu (11/10/2020).

Operasi kali ini, dipusatkan di kawasan Tugu Perjuangan, Jalan Jamin Ginting, Berastagi.

Informasi yang didapat dari Komandan Pleton (Danton) 3 Satpol-PP Kabupaten Karo Randani Tarigan, tim gabungan kali ini melakukan razia sejak sekira pukul 13.00 WIB. Titik razia ini dipilih dikarenakan menjadi salah satu simpul lalulintas.

"Tadi kita mulai razia itu sekira pukul 13.00 WIB. Ya inikan banyak masyarakat yang menggunakan jalur ini, jadi mudah melihat masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan," ujar Randani.

Seperti razia sebelumnya, seluruh pengendara dan masyarakat yang kedapatan tidak menggunakan masker langsung diberhentikan. Hal ini untuk menindak masyarakat yang masih saja mengabaikan salah satu protokol kesehatan ini.

"Ya tadi cukup banyak masyarakat yang kita lihat masih belum menaati protokol kesehatan, dengan tidak menggunakan masker. Ada puluhan tadi yang terjaring," katanya.

Polisi Berencana Periksa Mahasiswa yang Mesum saat Kuliah Daring

Namun, dari sekian banyak pengendara dan masyarakat yang berhasil diberhentikan ada satu pengendara sepeda motor yang kabur dari razia petugas. Amatan www.tri bun-medan.com, awalnya pengendara tersebut datang dari arah Kabanjahe. Kemudian, saat akan diberhentikan oleh salah satu petugas ia langsung mengendalikan sepeda motornya dan melarikan diri dari razia.

Ketika ditanya perihal ini, Randani mengaku jika memang setiap dilaksanakannya Ops Yustisi pihaknya tak jarang mendapati adanya masyarakat yang mencoba untuk melarikan diri.

DIkatakannya, adanya masyarakat yang melakukan tindakan ini diduga selain karena takut ditindak karena tidak menggunakan masker, juga diduga ada hal yang mencurigakan.

"Ya memang tadi ada yang kabur, mungkin sudah kelebihan rasa beraninya atau bisa jadi dia membawa sesutu yang mencurigakan," katanya.

Saat diminta keterangan perihal hal ini, dirinya mengaku pihaknya tidak bisa langsung melakukan tindakan seperti pengejaran atau pemberhentian secara paksa. Pasalnya, jika dilakukan tindakan secara paksa ditakutkan nantinya akan menyebabkan hal yang tidak diinginkan, terlebih banyak kendaraan lainnya dari belakang.

"Karena kalau kita paksa berhenti, tapi dia saking takutnya nanti dikhawatirkan akan membahayakan dirinya atau petugas kita," ungkapnya.

Ketika ditanya perihal tindakan apa yang diberikan kepada pelanggar protokol kesehatan, dirinya mengaku pihaknya hingga saat ini masih memberikan tindakan preventif. Mulai dari memberikan peringatan, hingga memberikan hukuman kepada pelanggar untuk menyanyikan lagu kebangsaan dan menghafal Pancasila.

Harga Swab Test di RSUD Deliserdang Kini Rp 825 Ribu, Bagaimana di Kota Medan? Ini Kata Jubir Satgas

"Masih bersifat teguran. Tapi kebanyakan masyarakat ini sebenarnya memiliki masker, namun dia beralasan lupa untuk menggunakannya, jadi langsung kita minta pakai maskernya," ucapnya.

Seperti diketahui, pelaksanaan Ops Yustisi ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan disiplin protokol kesehatan. Hal ini bertujuan untuk menekan angka persebaran virus corona (Covid-19) di masyarakat, khususnya di Kabupaten Karo.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved