Pariwisata Belum Pulih, Tercatat Wisman Datang Hanya Melalui Pintu Masuk Kualanamu

Berdasarkan data BPS pada Mei hanya ada satu kunjungan wisman, pada Juni 99 kunjungan, dan Juli 144 kunjungan.

istimewa
KEPALA Dinas Pariwisata Kota Medan Agus Suriyono mengadakan pertemuan dengan para pengelola usaha jasa makanan dan minuman. 

TRI BUN-MEDAN.com,MEDAN - Sempat menunjukkan tren kenaikan beberapa waktu lalu, pada Agustus 2020 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sumatera Utara (Sumut) kembali mengalami penurunan.

Bahkan tercatat wisman yang masuk ke Sumut hanya melalui pintu masuk Kualanamu, sementara dari tiga pintu masuk lainnya tak ada kunjungan wisman.

Badan Pusat Statistik Sumatra Utara (BPS Sumut) mencatat sepanjang bulan Agustus 2020 kunjungan wisman hanya mencapai 28 kunjungan. Jumlah ini menurun 80,56 persen dibanding yang datang pada bulan Juli 2020 mencapai 144 kunjungan.

Sedangkan jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, terjadi penurunan hingga 99,89 persen, dimana ada 26.609 kunjungan pada bulan Agustus 2019.

Berdasarkan negaranya, Agustus 2020 ini kunjungan dari negara pasar utama wisman pada Agustus 2020 ke Sumut didominasi oleh Malaysia dengan jumlah wisman yang datang di Sumatera Utara yaitu empat kunjungan atau 14,29 persen. Diikuti oleh Singapura dan Aljazair masing-masing satu kunjungan atau 3,57 persen dari total kedatangan wisman di Sumut.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Paidi mengatakan dilihat dari data BPS pada Mei, Juni, dan Juli 2020 memang ada kenaikan jumlah kunjungan wisman. Namun jika dibandingkan dengan tahun lalu terjadi penurunan kunjungan wisman yang sangat signifikan.

Presiden Jokowi Tinjau Labuan Bajo, Cek Terminal Multifungsi Pariwisata di Nusa Tenggara Timur

"Berdasarkan data BPS pada Mei hanya ada satu kunjungan wisman, pada Juni 99 kunjungan, dan Juli 144 kunjungan. Kalau diakumulasikan dari Januari hingga Juli 2020, kunjungan wisman ke Sumut baru sekitar 23.500 wisman," katanya kepada Tribun Medan, Minggu (4/10/2020).

Namun itu hanya sekitar tujuh persen dari target pemerintah provinsi Sumut. Dimana tahun ini ditargetkan ada 300 ribu kunjungan wisman ke Sumatera Utara.

"Ini kan karena adanya kasus Covid-19 pasti berpengaruh pada kunjungan wisman. Penurunan jumlah kunjungan wisman ini terjadi mulai Maret, ketika Indonesia mengumumkan adanya temuan kasus Covid-19 di Indonesia," katanya.

Ia menjelaskan saat itu juga mulai ada lockdown oleh beberapa negara yang tak memperbolehkan warganya berkunjung ke luar negeri termasuk ke Indonesia. Hal ini otomatis mempengaruhi kunjungan wisman ke Sumut.

BREAKING NEWS: Perintah Gubernur Edy Tutup Tempat Hiburan Malam, Ditanggapi Dinas Pariwisata Medan

"Otomatis kunjungan wisman turun, bahkan setelah Lebaran pun belum membaik. Saya kira penurunan jumlah kunjungan wisman inipun terjadi di hampir semua negara, bukan hanya di Indonesia saja," katanya.

Dijelaskannya, sejauh ini kunjungan yang dilakukan oleh wisman masih untuk tujuan bisnis saja. Berwisata belum menjadi prioritas untuk saat ini.

"Terutama untuk Sumut kan wismannya paling banyak dari Malaysia, China, Singapura, dan India. Kalau saya melihat sampai sekarang tujuannya untuk masih untuk bisnis sih, sepertinya masih engganlah untuk wisata," katanya.

Ia memperkirakan kondisi pariwisata Sumut akan mulai berangsur pulih tahun 2021. Hal ini mengingat dengan adanya beberapa hal positif seperti sudah mulai ditemukan vaksin.

"Apalagi jika ada tren penurunan jumlah pasien positif Covid-19. Tapi amannya orang akan mulai liburan tahun depan dan kunjungan wisman mulai meningkat. Sementara hingga akhir tahun mungkin ada kenaikan perbulannya saja tapi saya kira tidak akan terlalu signifikan," katanya.

Tanggulangi Covid-19, Alfamidi dan Dinas Pariwisata Kota Medan Terapkan Pola New Normal

Menurutnya kunjungan wisata bisa langsung mengalami peningkatan kalau vaksin akan virus ini ditemukan. Hal ini karena tingginya minat masyarakat untuk berwisata setelah di rumah saja beberapa bulan belakangan.

"Berwisata bukan hanya keinginan masyarakat kalangan menengah ke atas lagi. Semua masyarakat juga sudah ingin berwisata karena sudah beberapa bulan ini juga di rumah saja," katanya.

Dari sisi wisatawan lokal, menurutnya pasca Lebaran, tren berlibur masyarakat wisatawan lokal mulai mengalami kenaikan. Tempat-tempat wisata di beberapa daerah di Sumatera Utara juga mulai ramai dikunjungi.

"Saat ini tempat wisata sudah mulai ramai. Tapi itu hanya dikunjungi oleh wisatawan lokal. Misalnya Berastagi yang padat setiap akhir pekan, ini menunjukkan bahwa liburan buat masyarakat kita sudah menjadi kebutuhan," katanya.

Pariwisata Bergeliat, Masyarakat Luar Medan Mulai Kunjungi Museum

Menurutnya, pemerintah bisa melihat potensi wisatawan lokal ini dalam menggerakkan roda perekonomian. Namun harus tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Selain itu, meski pariwisata baru diperkirakan pulih tahun mendatang, promosi pariwisata harus tetap dilakukan. Sektor pariwisata ini bisa menjadi suatu alternatif untuk percepatan ekonomi.

"Harus ada promosi supaya mengejar target tahun mendatang, tapi sekarang kan pemerintah fokus untuk kesehatan makanya anggarannya juga banyak dialihkan ke kesehatan. Tapi kalau pemerintah jeli, justru untuk percepatan perbaikan ekonomi, harusnya ya pariwisata karena sektor ini menjadi alternatif percepatan perbaikan ekonomi di Indonesia terutama di daerah," pungkasnya (sep/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved