Sudah 80 Persen Orang Asli Papua Isi Kelulusan CPNS, Warga Tetap Tidak Puas Bakar Kantor Pemerintah
Aksi protes pengumuman hasil seleksi CPNS Kabupaten Keerom formasi 2018 berujung pada anarkisme dan mengakibatkan dua kantor dinas hangus terbakar
Sudah 80 Persen Orang Asli Papua Isi Kelulusan CPNS, Warga Tetap Tidak Puas Bakar Kantor Pemerintah
Aksi protes atas pengumuman hasil seleksi CPNS Kabupaten Keerom formasi 2018 berujung pada anarkisme dan mengakibatkan dua kantor dinas hangus terbakar.
Dua kantor yang dimaksud adalah kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK).
"Kamis (1/10/2020), sekitar pukul 16.16 WIT, telah terjadi aksi perusakan dan pembakaran Kantor Bupati Keerom yang dilakukan oleh massa yang tidak terima hasil pengumuman CPNS formasi 2018 di Kabupaten Keerom," ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal, melalui rilis, Kamis.
Peristiwa tersebut bermula pada pukul 16.16 WIT.
Massa yang berjumlah kurang lebih 250 orang yang tidak terima dengan hasil pengumuman melakukan perusakan di seputaran Kantor Bupati Kabupaten Keerom dengan melempari kaca bangunan kantor bupati dengan batu.
Merespons aksi tersebut, anggota gabungan BKO Brimob Polda Papua bersama anggota Polres Keerom mengeluarkan tembakan peringatan ke udara serta menembakan gas air mata.
Aparat juga melakukan penyemprotan dengan menggunakan mobil water canon Polres Keerom untuk memukul mundur dan melerai massa.
Namun, hal tersebut justru membuat massa semakin marah dan melakukan aksi yang lebih anarkis.
"Pada pukul 16.45 WIT, selain melakukan perusakan kantor bupati, massa aksi juga melakukan pembakaran yang menyebabkan seluruh bangunan Kantor Disnaker, Kantor BPMK hangus terbakar," kata Kamal.
Kemudian pada pukul 17.22 WIT, aparat gabungan anggota BKO Brimob Kotaraja bersama personel Polres Keerom kembali mengeluarkan tembakan peringatan ke udara serta mengeluarkan tembakan gas air mata sehingga massa dapat dikendalikan dan mundur.
"Jalan Trans Papua yang sempat dipalang oleh massa telah dibuka kembali," kata dia.
Kamal menuturkan, polisi kemudian melakukan pengamanan dengan penambahan BKO Polda Papua sebanyak 1 SSK (Brimob Polda dan Sabara Polda Papua) dan melakukan negoisasi dengan para tokoh, serta mendata jumalah kerusakan akibat kejadian tersebut.
Saat ini, situasi di sekitar lokasi kejadian telah berangsur kondusif.
"Situasi sudah dapat dikendalikan oleh aparat keamanan dan anggota masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi," ujar Kamal.
Asisten III Setda Keerom Irwan membenarkan informasi tersebut.
"Itu karena tidak terima tidak lulus CPNS," kata Irwan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (1/10/2020).
Pemerintah Kabupaten Keerom mengumumkan hasil penerimaan CPNS formasi 2018 secara daring.
Pengumunan itu tertunda selama empat bulan karena beberapa masalah.
"Massa masih beristirahat, mungkin masih mau lanjut atau tidak, kita juga pusing," kata dia.
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw menyesalkan penyerangan dan pembakaran kantor dinas di Kabupaten Keerom itu.
Ia menugaskan beberapa pejabat di Polda Papua untuk membantu penyelesaian masalah di Kabupaten Keerom.
"Ini disesalkan karena sesungguhnya hasil penerimaan CPNS itu sudah 80 persen warga asli Papua," kata Paulus saat dihubungi.
Menurut Paulus, massa tak menerima karena masih ada beberapa formasi yang tak diisi masyarakat Papua.
"Hanya saja penerimaan perawat, guru, dokter yang memerlukan kualifikasi tertentu itu yang mereka tidak terima, mereka berharap semuanya diisi oleh orang asli Papua," kata dia.
Serang kantor polisi Paulus menjamin akan memburu para pelaku perusakan dan pembakaran Kantor Disnaker Keerom.
Para pelaku, kata Kapolda, sempat menyerang Polsek Arso Kota sebelum merusak kantor disnaker.
"Awalnya mereka melakukan pelemparan ke Polres Keerom tapi bisa dipukul mundur. Namun kemudian mereka melakukan upaya-upaya seperti merusak dan membakar," terang Paulus.
Artikel ini dikompilasi dari Kompas.com dengan judul "Massa Bakar Kantor Disnaker Keerom, Diduga Kecewa dengan Hasil Tes CPNS", "Kronologi Protes Hasil Seleksi CPNS di Keerom Berujung Pembakaran 2 Kantor Dinas",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pengumuman-kelulusan-cpns-keerom-rusuh.jpg)