EF Menyaru Jadi Polisi Berpangkat AKP lalu Jerat Korban Perempuan, Menguras Uang Korban Rp 285 Juta

Setelah itu hubungan keduanya berlanjut meski tak pernah bertemu. Saat panggilan video, pelaku selalu menggunakan baju polisi dan menunjukkan KTA poli

KOMPAS/RATIH PRAHESTI SUDARSONO
Ilustrasi polisi gadungan. (KOMPAS/RATIH PRAHESTI SUDARSONO) 

Komunikasi terus berlanjut hingga pada Maret 2020, pelaku menawari korban berbisnis sewa alat berat.

Pelaku mengaku memiliki banyak rekan bisnis dan sedang menggeluti usaha itu.

Korban rupanya termakan bujuk rayu ES dan menyatakan minatnya berbisnis.

Korban lantas sepakat mengirimkan uang secara berkala dari bulan Mei.

Awalnya korban mengirim Rp 35 juta dan selanjutnya kembali mengirim uang untuk pelunasan Rp 250 juta.

Namun, sampai batas waktu yang dijanjikan, alat berat tersebut tidak kunjung datang hingga akhirnya kasus itu dilaporkan ke Polresta Denpasar.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi kemudian berangkat ke Pekanbaru untuk menangkap pelaku.

Namun, pelaku tidak ditemukan.

Setelah penelusuran, diketahui ES berada di rumah istri sirinya di Lebak, Banten.

Pada 22 September, ES ditangkap di wilayah Lebak.

Saat ditangkap, pelaku ditemukan sedang bersembunyi di kamar mandi rumah.

Akhirnya Terbongkar Motif Penikaman Syekh Ali Jaber, Pelaku Pernah Mengagumi Ceramah Sang Tokoh

Deretan Fakta Nathalie Holscher yang Jadi Mualaf, Hapus Tato hingga Hubungan Spesial dengan Sule

Masih Ingat Muklis Sang Satpam yang hampir Berjodoh dengan Julia Perez, Ini Pekerjaan Barunya

Akhirnya Terkuak Identitas dan Sosok Suami Meggy Wulandari, Duda 2 Anak yang Berprofesi Pengusaha

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved