Isu Resesi, Jumlah Investor di Sumut Justru Menunjukkan Peningkatan
Kantor Perwakilan BEI Sumatera Utara mencatat penambahan jumlah investor di Sumut jauh lebih banyak dibanding dari 2019 secara year on year.
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Kementerian Keuangan RI telah mengumumkan prediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2020 akan kembali minus.
Setelah pada kuartal ke II-2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia minus maka diperkirakan Indonesia akan masuk jurang resesi.
Hal ini karena perekonomian negara bisa dikatakan mengalami resesi kala pertumbuhan ekonomi negara tersebut minus dua kuartal berturut-turut.
Dengan adanya isu resesi ini, jumlah investor di Sumatera Utara justru masih terus menunjukkan peningkatan.
Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumatera Utara mencatat penambahan jumlah investor di Sumut jauh lebih banyak dibanding dari 2019 secara year on year.
• PT Dewata Freightinternational Tbk Perusahaan ke-50 di Bursa Efek Indonesia di tahun 2018
"Justru di Sumut ini Investor kita bertambahnya lebih banyak dari biasanya," kata Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sumut Pintor Nasution saat dihubungi Tribun Medan, Minggu (27/9/2020).
Ia mengatakan dibandingkan tahun 2019, Single Investor Identification (SID) di Sumut pada 2020 mengalami peningkatan. SID pada 2019 mencapai 50.023 sedangkan hingga bulan Agustus 2020 sudah mencapai 63.103 SID.
"Sebenarnya secara official belum dikatakan resesi ya. Karena belum diumumkan BPS data kuartal-III 2020.Tapi sepertinya memang bener kuartal-III pertumbuhan ekonomi kita akan minus artinya resesi," ujarnya.
Namun ia mengatakan dampak resesi tahun ini pada pasar modal dibandingkan resesi tahun 1998 pasti berbeda. Hal ini karena resesi 2020 ini dialami semua negara dan diakibatkan pendemi Covid-19. Sedangkan resesi 1998 itu bukan karena pandemi tapi memang karena ekonomi.
• Bursa Efek Indonesia Hadirkan Galeri Investasi Syariah Ke-14 di Kampus UISU
"Nah kalau terjadi resesi baiknya investor gimana? Mengingat kondisi saat ini ada baiknya investor selalu waspada dengan anomalinya pasar modal kita. Baiknya adalah selalu memperhatikan portofolionya kalau dia trader," katanya
Sedangkan bagi investor jangka panjang, ada baiknya selalu menyiapkan Cash di Portofolionya.
"Saat ini “Cash Is The King”, artinya apabila harga saham makin menurun, cash bisa kita manfaatkan untuk membeli saham-saham yang murah. Hitung-hitung meningkatkan portofolio kita untuk jangka panjang," katanya.
Meski begitu, Pintor mengatakan investor di pasar modal optimis dengan kebijakan yang diambil pemerintah untuk menjaga perekonomian Indonesia.
"Tapi begitupun kita investor pasar modal optimis dengan langkah kebijakan yang sudah dilakukan pemerintah untuk menjaga perekenomian kita agar jangan sampai semakin terpukul," pungkasnya (sep/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pintor_nasution_bei-sumut.jpg)