TERUNGKAP ASI Ampuh Bunuh Virus Corona hingga 100 Persen, Ibu Positif COVID-19 Harus Susui Bayinya
ASI yang diambil tahun 2017, jauh sebelum dimulainya pandemi, dan diuji pada sel yang terpapar virus Sars-CoV-2, baik sel hewan maupun manusia.
Bayi-bayi yang mendapat ASI eksklusif lebih jarang menderita penyakit saluran pernapasan.
Mereka juga jarang mengalami flu dan penyakit berat lainnya seperti bronkitis dan pneumonia.
Bayi-bayi yang mendapat ASI eksklusif jarang terkena diare, muntah, infeksi telinga tengah, diabetes melitus, kanker getah bening (limfoma malignum), dan lebih jarang masuk RS dibanding bayi yang tidak mendapat ASI.
Jangan sepelekan diare, sebab menurut data terakhir, setiap jam ada 10 bayi yang meninggal akibat diare di seluruh dunia.
Penelitian terbaru ASI juga memberikan mampu membunuh virus COVID-19 yang kini menjadi momok dunia.
Peneliti di Beijing menguji efek ASI pada sel yang terpapar virus Sars-CoV-2.
ASI yang diambil tahun 2017, jauh sebelum dimulainya pandemi, dan diuji pada sel yang terpapar virus Sars-CoV-2, bervariasi dari sel ginjal hewan hingga sel paru-paru dan usus manusia.
Hasilnya sama: sebagian besar galur virus yang hidup dibunuh oleh ASI.
Melansir south china morning post, ASI "memblokir lampiran virus, masuk dan bahkan replikasi virus setelah masuk," tim yang dipimpin oleh Profesor Tong Yigang dari Universitas Teknologi Kimia Beijing dua makalah non-peer-review yang diposting di biorxiv.org, Jumat (25/9/2020).
Sebelumnya menyusui dianggap meningkatkan risiko penularan virus Sars-CoV-2.
Di Wuhan, tempat pertama kali virus Sars-CoV-2 terdeteksi, bayi baru lahir dipisahkan dari ibu yang dites positif dan diberi makan secara eksklusif dengan susu formula, menurut laporan media China dari Februari.
Pusat Pengendalian Penyakit AS juga memperingatkan bahwa bayi yang disusui oleh ibu yang dicurigai atau dipastikan membawa Covid-19 juga harus dilihat sebagai pembawa "tersangka".
Tetapi studi terbaru mendukung sikap resmi Organisasi Kesehatan Dunia WHO bahwa ibu harus terus menyusui bahkan jika mereka mengidap Covid-19.
WHO melacak 46 Covid-19 menyusui anak-anak mereka di beberapa negara hingga Juni.
Gen virus terdeteksi dalam ASI tiga ibu tetapi tidak ada bukti infeksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pepshe-aranas-membagikan-foto-saat-dirinya.jpg)