TERUNGKAP ASI Ampuh Bunuh Virus Corona hingga 100 Persen, Ibu Positif COVID-19 Harus Susui Bayinya

ASI yang diambil tahun 2017, jauh sebelum dimulainya pandemi, dan diuji pada sel yang terpapar virus Sars-CoV-2, baik sel hewan maupun manusia.

Tayang:
Editor: Tariden Turnip
Facebook
TERUNGKAP ASI Ampuh Bunuh Virus Corona hingga 100 Persen, Ibu Positif COVID-19 Harus Susui Bayinya. Pepshe Aranas membagikan foto saat dirinya menyusui di tengah momen wisuda yang kemudian menjadi viral pada hari Jumat (29/3/2019) 

TERUNGKAP ASI Ampuh Bunuh Virus Corona hingga 100 Persen, Ibu Positif COVID-19 Harus Susui Bayinya

Selama ini air susu ibu (ASI) adalah asupan terbaik bagi bayi, karena kandungan gizinya yang lengkap dan memberikan kekebalan tubuh bayi.

ASI secara unik merupakan makanan terbaik bagi bayi, yang mencukupi kebutuhan fisik dan emosionalnya.

Sukacita Pernikahan Mendadak Haru Biru lantaran Eks Suami Datang dan Berucap Begini pada Pengantin

Pengusaha Bunuh Menantunya, Santai di Depan Mayat semberi Tunggu Polisi, Ternyata Ini Penyebabnya

Tak Terima Diselingkuhi, Suami Racuni Istri tapi Anak Tak Sengaja Turut Tewas lantaran Minum ASI

Perempuan 25 Tahun Tewas selepas Diperkosa Bergilir Lima Lelaki, Begini Kronologinya

Akbar Tewas saat Coba Kabur dari Rumahnya yang Dibakar, Para Pelaku Tawuran Memanahnya

Perubahan Tubuh Miyabi setelah Pensiun dari Film Porno, Tak Kunjung Menikah hingga Kabar Terbarunya

Dengan memberikan ASI, nutrisi  yang diperlukan oleh tubuh untuk tumbuh akan tercukupi, juga cinta dan kasih sayang yang diperlukan untuk perkembangan mentalnya.

ASI mengandung bahan penting untuk menjaga kekebalan tubuh bayi.

Bayi yang menyusu mendapat antibodi (zat pembunuh kuman) dari ASI.

ASI juga mengandung sel-sel hidup yang dapat membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh.

Bayi yang tidak mendapat ASI, pada tubuhnya akan terbentuk zat besi "bebas", dan kuman membutuhkan zat besi bebas ini untuk dapat tumbuh subur, ibaratnya kuman mendapat pupuk sehingga tumbuh subur dalam tubuh bayi.

Banyaknya kuman dalam tubuh memperbesar risiko penyakit leukimia pada anak dan kanker kelenjar yang disebabkan virus.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved