Update Covid19 Sumut 19 September 2020

Medan Helvetia Terbanyak Rawat Pasien Covid-19 di Kota Medan, Total Sudah Tembus 5052 Kasus

- Kasus Covid-19 di Kota Medan terus bertambah, hari terdapat 54 kasus

Tayang:
T R IBUN MEDAN
Petugas gabungan saat melakukan razia penertiban masker di Jalan Dr Mansyur, Medan, Sumatera Utara, belum lama ini. Pemerintah menerapkan sanksi push up atau squat jump kepada masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan di tempat umum menyusul bertambahnya kasus positif COVID-19 di Medan.T R IBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 
Laporan Wartawan T r ibun-Medan.com, Victory Arrival Hutauruk
T R IBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kasus Covid19 di Kota Medan terus bertambah, terdapat 54 kasus hingga menembus 5052 kasus hingga, Jumat (18/9/2020). 
Sementara untuk kasus sembuh dari Covid19 terdapat penambahan sebanyak 42 menjadi total 2749 orang. 
Untuk pasien meninggal bertambah 3 orang menjadi total 222 orang. 
Untuk data di kecamatan, Medan Helvetia terbanyak rawat pasien Covid19 yaitu 216 orang dan meninggal 14 orang. Lalu Kecamatan Medan Selayang merawat 195 pasien Covid19 dan meninggal 18 orang. Lalu Kecamatan Medan Johor merawat sebanyak 164 pasien Covid19 dan meninggal sebanyak 11 orang. 
 
Sementara, kasus Covid19 di Provinsi Sumatera Utara bertambah 125 kasus dan menembus angka 9176 orang.
Sementara untuk pasien sembuh bertambah 71 pasien menjadi 5461 orang. 
 
Untuk pasien meninggal bertambah 10 orang menjadi 389 orang. 
 
Berikut ini, jumlah kasus Covid-19 hingga hari ini untuk provinsi Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu:
 
Aceh
Positif: 3352
Sembuh: 1260
Meninggal: 130
 
Sumut
Positif: 9176
Sembuh: 5461
Meninggal: 389 
 
Sumbar
Positif: 4002
Sembuh: 2048
Meninggal: 88
 
Riau
Positif: 4687
Sembuh: 2012
Meninggal: 95
 
Kepri
Positif: 1582
Sembuh: 1157
Meninggal: 54
 
Jambi
Positif: 358
Sembuh: 252
Meninggal: 8
Bengkulu
Positif: 523
Sembuh: 275
Meninggal: 30
 
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemprov Sumut Mayor Kes dr Whiko Irwan 
menerangkan bahwa semenjak 6 September 2020, GTTP Sumut tidak lagi merilis kasus Covid19 di Sumut.  
 
"Untuk sementara saja kita tidak release update Covid tunggu perintah lanjutan pimpinan. Kalau sudah ada lagi pasti kita kirimkan seperti sebelumnya," ungkapnya. 
 
Whiko menyebutkan penyebab dari melonjaknya angka ini disebabkan masifnya pemeriksaan yang dilakukan pihaknya. 
 
"Kita dapatkan beberapa kali melonjaknya angka kasus positif Covid19 di Sumatera Utara yang ada saat ini. Hal ini salah satunya karena masifnya pemeriksaan swab PCR dan rapid test yang dilakukan Gugus Tugas di Sumatera Utara. Yang dilakukan baik di rumah maupun di lokasi lainnya," tuturnya.
 
Whiko membeberkan masifnya pemeriksaan ini sebagai cara berdampingan dalam tatanan hidup baru (new normal life) di seluruh kabupaten/kota di Sumut. 
 
"Hal ini sebagai salah satu syarat formal yang akan dipenuhi yang di antaranya transmisi Covid19 dan kemampuan sistem kesehatan dalam mengidentifikasi dan mengisolasi para penderita Covid19. Pemerintahan provinsi Sumatera Utara ekstra hati-hati menetapkan kebijakan new normal setelah mendapatkan masukan dari para pakar dan akademisi," ungkapnya. 
Ia menegaskan bahwa Penambahan pasien terpapar virus corona masih terus terjadi di Sumut, untuk itu ia meminta agar masyarakat tetap patuh mengikuti protokol kesehatan. 
 
"Saudara-saudara sekalian ini gambaran yang sangat tegas yang bisa kita lihat bahwa penambahan kasus baru masih terus terjadi. Pembawa virus ini masih berada di tengah-tengah kita, inilah yang berkali-kali disebutkan sebagai orang tanpa gejala," beber Whiko
 
"Sedangkan di dalam tubuhnya membawa virus, oleh karena itu mencuci tangan menggunakan sabun adalah cara yang paling bagus untuk kemudian memberikan kemungkinan cemaran dari orang tanpa gejala ini misalnya yang mengenai benda-benda di sekitarnya bisa terhindar," pungkasnya.
(vic/t r ibun-medan.com)
Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved