Mengenal Bisnis BUMN Peruri yang Dipermasalahkan Ahok
Dilansir dari laman resmi perusahaan, Peruri menawarkan tiga produk digital antara lain Peruri Code, Peruri Sign, dan Peruri Trust.
Atas dasar itu, dia menilai masalah Perum Peruri yang meminta Rp 500 miliar ke Pertamina untuk proyek digitalisasi paperless diselesaikan secara business to business (b to b).
“Untuk urusan yang masalah Peruri misalnya, itu kan b to b lah ya. Kalau b to b, Peruri juga punya ruang untuk berbisnis dengan Pertamina, ya itu mereka koordinasi saja untuk masalah harga," ujar Arya, Rabu (16/9/2020).
Arya menambahkan, jika pihak Pertamina merasa tak cocok dengan harga yang ditawarkan Peruri, perusahaan migas plat merah itu bisa menawarnya.
“Kalau dilihat harganya memang harga yang enggak layak, ya ditawar gitu ya, kalau dilihat layak, ya dibeli, gitu itu kan urusan b to b. Jadi antara mereka sendiri,” kata Arya.
Menurut Arya, negoisasi dalam berbisnis merupakan hal yang wajar. Atas dasar itu, dia meminta permasalahan ini diselsaikan secara baik-baik.
“Apalagi ini kan sama-sama BUMN. Bagi kami kementerian, itu seperti kantong kiri kantong kanan saja. Jadi silakan saja mereka bernegosiasi sebagai sesama perusahaan dan b to b gitu,” ungkap dia.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Bisnis BUMN Peruri yang Dipermasalahkan Ahok"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/berita-ahok-jokowi-desak-ahok-cs-beri-waktu-3-tahun-kabar-pembangunan-kilang-pertamina.jpg)