Fakta Kisah Sniper Terbaik Dunia asal Indonesia Tutup Mulut Selama 25 Tahun soal Misi Rahasianya

Pada tahun 1974-1975, dia dengan 7 rekannya terpilih buat masuk program MTT (mobile training teams) yang dipimpin oleh Kapten Conway dari Amerika.

Editor: AbdiTumanggor
ISTIMEWA
Ilustrasi Sniper Indonesia di salah satu perbukitan. 

Profil singkat Tatang

Berpangkat Pembantu Letnan Satu (Purn.) Tatang Koswara seorang Sniper atau penembak runduk TNI-AD terbaik Indonesia yang lahir di Cibaduyut, Bandung, Jawa Barat, 12 Desember 1946.  

Ia meninggal di Jakarta, 3 Maret 2015 pada umur 68 tahun.

Dalam buku Sniper Training, Techniques and Weapons karya Peter Brookesmith terbitan 2000, nama Tatang masuk dalam daftar 13 besar Sniper’s Roll of Honour di dunia.

Dalam catatan tersebut ia mencetak rekor 41 di bawah Philip G Morgan (5 TH SFG (A) MACV-SOG) dengan rekor 53, dan Tom Ferran (USMC) dengan rekor 41.

Tatang mulai masuk militer melalui jalur Tamtama di Banten pada 1966. Pada 1977-1978, Tatang beroperasi di Timor Timur.

Meski punya ijazah sekolah teknik (setara sekolah menengah pertama), Tatang melamar sebagai prajurit tamtama menggunakan ijazah sekolah rakyat, saat ini sekolah dasar.

Selang beberapa tahun, Tatang mengikuti penyesuaian pangkat sesuai dengan ijazah yang dimiliknya itu.

Sebagai Bintara, Tatang ditempatkan di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif).

Di sana, Tatang mengikuti berbagai pelatihan, mulai kualifikasi Raider hingga Sniper.

Tatang menggunakan sandi S-3 alias siluman 3.

Pada tahun 1974-1975, dia dengan 7 rekannya terpilih buat masuk program MTT (mobile training teams) yang dipimpin oleh Kapten Conway dari Amerika Serikat.

Saat itu, Indonesia belum punya yang namanya Sniper dan antiteror. Akhirnya muncullah ide dari perwira TNI buat melatih Sniper.

Tatang dan 59 anggota TNI AD yang lain mendapat pelatihan dari Kaptenn Conway selama 2 tahun.

Di sana mereka dilatih untuk menembak jitu dari jarak 300, 600 dan 900 meter.

(Moh. Habib)

YouTuber Wanita yang Tinggal di Desa untuk Merawat Neneknya Berpenghasilan Rp 72 Miliar Per Tahun

3 Wanita Ini Diburu karena Ingin Menggulingkan Kepala Negara Otoriter yang Telah Berkuasa 26 Tahun

Kasus Sekeluarga Terpapar Covid-19, Ayah dan Ibunya Meninggal Dunia Hanya Berselisih 30 Menit

Kronologi Penangkapan Sepasang Kekasih Pelaku Pembunuhan Rinaldi HW, Dihabisi saat Berhubungan Intim

Sejarah Orang Jepang Disiksa Belanda hingga Kencing Darah karena Indonesia Mendapatkan Kemerdekaan

Tautan: Intisari

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved