Rencana AS Sempat Ingin Gulingkan Dinasti Kim Jong Un, Sama Seperti Saddam Husein di Irak

Laporan beredar menyatakan jika Kim Yo-Jong berpotensi sebagai ancaman bagi pemimpin Korut Kim Jong Un.

Fox News
Pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Pemimpin Korut Kim Jong Un 

TRI BUN-MEDAN.com - Korea Utara kembali gegerkan dunia setelah adanya laporan bahwa Kim Jong-Un bisa mengeksekusi mati adik perempuannya sekaligus calon penerusnya Kim Yo-Jong.

Laporan beredar menyatakan jika Kim Yo Jong berpotensi sebagai ancaman bagi pemimpin Korut Kim Jong Un.

Lebih-lebih, setelah Kim Yo Jong sukses mengatasi urusan diplomasi dengan AS dan Korsel bulan lalu, membuatnya lebih mendominasi. 

Hingga kemudian Kim Yo Jong jarang diliput media dan keberadaannya tidak diketahui, kontras dengan kehadirannya yang mendominasi selama setahun ini.

Penjelasan Arab Saudi Soal Jadwal Pembukaan Ibadah Umrah Bagi Warga Indonesia

Pemilihan pemimpin Korea Utara adalah hal yang cukup rumit, dan mengutip Express, AS telah terbukti menjadi sumber harapan dan kemarahan negara tersebut.

Pasalnya, AS bisa saja mengangkat sanksi PBB atas Korut di hari ini dan kemudian menggulingkan dinasti diktator tersebut.  

Mengapa bisa demikian? Padahal Trump dikabarkan memiliki hubungan yang baik dengan Kim Jong-Un?

Para ahli peringatkan pergerakan apapun perlu diperhitungkan dengan baik untuk memastikan kemenangan yang bermartabat tanpa 'terlalu banyak darah'.

Penjelasan Arab Saudi Soal Jadwal Pembukaan Ibadah Umrah Bagi Warga Indonesia

Adik perempuan Kim Jong-un, Kim Yo-jong
Daily Star
Adik perempuan Kim Jong-un, Kim Yo-jong

Dalam sebuah dokumen rahasia yang dipublikasi oleh Staf Gabungan Washington tahun 2017, Laksamana Michael Dumon mengatakan kepada rekannya Ted Lieu bahwa hanya ada 1 cara untuk menggulingkan dinasti keluarga Kim.

Ia terangkan: "satu-satunya cara untuk temukan dan hancurkan secara utuh semua komponen program senjata nuklir Korut adalah melalui serangan darat."

Artinya, tentara AS yang ditempatkan di Korsel bersama para tentara yang diterbangkan dari AS sendiri akan membombardir Korut dan membajak persenjataan nuklir negara tersebut.

Evelyn Nada Anjani Mendadak Marah ke Barbie Kumalasari, Anjani: Jangan Keterlaluan Ya. . .

Jika hal ini terdengar tidak asing bagi Anda, Anda tentu mengingat okupasi Irak oleh militer AS.

Berlangsung dari 2003-2011, AS mengirimkan tentaranya dalam jumlah yang besar ke teritori Irak, dimulai dengan invasi yang dipimpin AS ke negara tersebut pada Maret 2003 yang kemudian menggulingkan pemerintahan Partai Ba'ath, Saddam Hussein.

Invasi tersebut berakhir 8 tahun kemudian saat pasukan AS meninggalkan negara tersebut, meskipun kemudian Perang Irak memanas lagi tahun 2013.

Selain AS, ada juga tentara dari Inggris, Polandia, dan 29 negara lain serta ada juga berbagai macam bantuan dari Jepang dan negara-negara lainnya.

Inilah Perjalanan Cinta Abdul Rozak dan Umi Kalsum, Orangtua dari Ayu Ting Ting

Saddam Hussein, dari kudeta ke kudeta
New York Times
Saddam Hussein, dari kudeta ke kudeta

8 tahun itu merupakan periode kekerasan dan perputaran politik yang mempengaruhi politik Irak, karena okupasi militer tersebut pada April 2003 mendapatkan kekuasaan terbatas di Dewan Gubernur Irak.

Juni 2004, pemerintahan 'pengasuh' dibuah, yaitu Iraqi Interim Government.

Kemudian mengikuti pemilihan parlemen Januari 2005, administrasi ini digantikan oleh Pemerintah Transisi Irak pada Mei di tahun yang sama.

Dijebak Eksekutif Singapura Mencuri Barang Mewahnya, PRT Parti Liyani Dibebaskan Pengadilan Tinggi

Meskipun tidak banyak hal sama terjadi dua kali dan mungkin Korut memiliki upaya berbeda daripada Irak untuk menjaga kedaulatan mereka, tapi AS bisa dengan mudah menginvasi dan menghancurkan suatu pemerintahan negara.

Meski begitu, keunggulan Korut ini mungkin perlu dipertimbangkan.

Disebutkan Korut memiliki rudal balistik yang bisa mencapai target jarak jauh, bahkan bisa mencapai daratan AS.

Mereka juga mengklaim telah kembangkan bom hidrogen dan bisa membawanya dalam rudal tersebut.

Jelang Daftar Pilkada Medan, Akun WhatsApp Petahana Akhyar Nasution Dibajak, Dipakai Minta Sumbangan

Rudal Balistik Korea Utara KN-25.
24h
Rudal Balistik Korea Utara KN-25.

Sebuah studi sebutkan jika rudal Hwasong-14 adalah rudal paling mematikan, dapat mencapai jarak sejauh 10 ribu km maksimal, menjadikannya rudal balistik antar benua pertama Pyongyang, yang bisa mencapai New York.

Sedangkan untuk mencapai ketinggiannya, Hwasong-14 hanya bisa mencapai ketinggian 3000 km, meskipun penerusnya yaitu Hwasong-15 bisa mencapai 4500 km.

Sedangkan rudal Hwasong-12 yang diuji pada tahun 2017, bisa menjangkau jarak 4500 km, yang bisa digunakan menyerang pangkalan militer AS di Guam.

Digantung dan diludahi rakyat

Masihkah Anda ingat siapa itu Saddam Hussein?

Pada awal tahun 1980 sampai 2000-an, Saddam Hussein sangat terkenal di dunia karena dia adalah Presiden Irak.

Dia bahkan memimpin Irak selama bertahun-tahun, dari pada periode 16 Juli 1979 hingga 9 April 2003.

Namun, pada 30 Desember 2006, pemimpin karismatik Irak ini tewas digantung oleh rakyatnya sendiri.

Setelah Amerika Serikat (AS) menginvasi Irak, terjadilah pemberontakan di Irak.

Saddam akhirnya diadili ramai-ramai oleh para pembelot.

Berkat AS, dunia pun akhirnya lebih banyak mengenal Saddam sebagai diktator barbar yang sewenang-sewenang.

Tapi, seorang tentara AS yang ditugasi menjaga Saddam di hari-hari terakhirnya, menyimpan kisah mengejutkan soal sosok Saddam Husein.

 Alasan Kader PDI P Mengudurkan Diri, Ade Darmawan Ucap Terima Kasih pada PDI Perjuangan

Tentara itu bernama Will Bardenwerper.

Ia merupakan 1 dari 12 tentara di kesatuan 551 Polisi Militer Amerika, yang memang ditugaskan menjaga hari-hari terakhir Saddam Husein.

Kesaksian Bardenwerper, diungkapkan lewat buku berjudul 'The Prisoner in His Palace: Saddam Hussein, His American Guards, and What History Leaves Unsaid'.

Lewat buku ini, Bardenwerper mengisahkan sisi-sisi humanis Saddam, yang selama ini selalu ditutup-tutupi oleh AS.

 Sosok Vernita Syabilla (VS), Penyanyi Cantik yang Pernah Rilis Lagu Koko Tamvan dan Mahir Berbisnis

Bardenwerper mengatakan, di penghujung hidupnya, Saddam dilihatnya sebagai sosok yang sopan dan bersahaja.

Jauh dari kesan seorang diktator barbar yang didengung-dengungkan selama ini.

Bardenwerper, melihat Saddam sebagai sosok bapak yang normal-normal saja.

Bila selama ini Saddam dilihat sebagai sosok Islam garis keras, yang begitu anti terhadap kebudayaan dunia barat, tidak begitu dengan yang dilihat Bardenwerper.

Di penjara, Saddam suka mendengar musik R n B dari penyanyi Amerika, Mary J Blige.

 VIRAL Suami Pergoki Istri Selingkuh, Suami : Sini Buku Nikah dan KK Biar Cerai, Biar Lu Damai Berdua

Meski sudah tua, tapi Saddam tak punya pantangan makanan.

Ia suka makan kue muffin yang manis-manis.

Meski, soal makanan, Saddam terkadang bisa sangat menjengkelkan.

Bila sarapan misalnya, Saddam kerap memesan omelette atau telur dadar.

Tapi, bila omelette itu sobek, ia ngambek dan tak mau makan.

Entah mengapa, mungkin ia takut bila makanan itu diracuni.

 Artis Cantik VS Ditangkap Polisi saat Jual Diri, Tarifnya Rp 30 Juta Termasuk Kamar Hotel

Saddam pun sangat menggemari cerutu Kuba.

Di penjara, cerutu Kuba itu ia simpan di kotak tisu basah.

Hal lain, adalah kesukaan Saddam terhadap tanaman. Ia kerap merawat tanaman di penjaranya.

Bardenwerper bahkan menganggap Saddam sebagai orang terbaik yang pernah ia temui.

Pernah suatu ketika, perawat pribadi Saddam, yang juga orasng Amerika, yakni Ellis, berduka.

Ellis ditinggal mati kakak yang sangat ia sayangi.

Reaksi Saddam membuat Bardenwerper kagum.

"Ia memeluk Ellis, dan mengatakan: Aku yang sekarang akan jadi kakakmu," ujar Saddam.

 Inilah Alasan Putra Siregar, Pemilik PS Store Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Ponsel Ilegal

Yang mengejutkan, saat Bardenwerper mengisahkan hari di mana Saddam dieksekusi mati.

Bardenwerper menyebut, 12 tentara penjaga Saddam tanpa kecuali, semua merasa berduka dan kehilangan Saddam Husein.

"Aku hampir merasa seperti seorang pembunuh, seperti aku disuruh membunuh sahabatku sendiri," ujar Adam Rogerson, salah satu tentara, kepada Bardenwerper.

 Presiden Joko Widodo Lantik Lulusan Terbaik IPDN Angkatan XXVII Tahun 2020 di Istana Bogor

"Rasanya seperti aku kehilangan anggota keluargaku," ujar Bardenwerper.

Bardenwerper juga mengisahkan adegan mengharukan ketika Saddam diarak menuju tiang gantung.

Saat itu, para pembelot Saddam memukuli dan meludahi Saddam.

 Baharuddin, Pria Tunanetra Kecewa Nikahi Gadis Korban Pencabulan Ayah Tiri, Kini Jadi Tersangka

Karena sedih melihatnya, salah satu tentara AS penjaga Saddam, bahkan ada yang hendak melompat ke kerumunan untuk menghentikan itu.

Tapi, aksinya itu dihentikan oleh tentara lain, karena dinilai bisa membahayakan dirinya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Intisari.Grid.id dengan judul Jaga Saddam Hussein Sebelum Digantung dan Diludahi Rakyatnya Sendiri, Tentara AS Ini Justru Beri Kesaksian Mengejutkan Soal Diktator yang Disebut Barbar Itu

Artikel ini sudah tayang di Intisari dengan judul : Dokumen Rahasia Bocor, Amerika Sempat Berencana Jadikan Korea Utara Seperti Irak, Gulingkan Dinasti Kepemimpinan Kim Jong-Un Dengan Serangan Militer Penuh

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved