News Video
Presiden Joko Widodo Lantik Lulusan Terbaik IPDN Angkatan XXVII Tahun 2020 di Istana Bogor
Presiden Joko Widodo melantik Pamong Praja Muda Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXVII Tahun 2020 di Istana Bogor
Penulis: Hendrik Naipospos | Editor: Hendrik Naipospos
TRIBUN-MEDAN.COM - Presiden Joko Widodo melantik Pamong Praja Muda Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXVII Tahun 2020 di Istana Bogor, Rabu (29/7/2020).
Mendagri Tito Karnavian melaporkan lulusan IPDN Angkatan XXVII Tahun 2020 berjumlah 881 orang.
Terdiri atas 176 lulusan S1 Ilmu Pemerintahan, lalu 705 orang lulusan D4 Sains Terapan Pemerintahan.
Tonton video:
Pidato lengkap Presiden Jokowi di IPDN Angkatan XXVII Tahun 2020:
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat pagi,
Salam sejahtera bagi kita semuanya,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan.
Yang saya hormati, Wakil Presiden Republik Indonesia;
Yang saya hormati, para Menko, para Menteri Kabinet Indonesia Maju;
Yang saya hormati, Rektor IPDN, para dosen, para pelatih dan pengasuh;
Yang saya hormati, orang tua dari para Pamong Praja Muda dan teristimewa, yang saya banggakan, para Pamong Praja Muda;
Hadirin yang berbahagia.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, atas nama pribadi, atas nama masyarakat, atas nama bangsa dan negara, saya menyampaikan selamat atas pelantikan Saudara-saudara sebagai Pamong Praja Muda. Selamat menyandang status yang baru dengan segala hak dan kewajiban yang melekat padanya.
Saya sangat paham, untuk bisa dilantik di acara ini, perjuangan Saudara-saudara sangatlah berat. Saudara harus melewati saringan, Saudara harus melewati perjuangan yang sangat berat. Ketahanan mental dan fisik Saudara-saudara harus sangat prima.
Kebangsaan dan ke-Indonesia-an Saudara-saudara telah tertanam kuat dan komitmen Saudara untuk melayani masyarakat tidak saya ragukan. Tetapi, komitmen saja tidaklah cukup. Sebagai Pamong Praja Muda, Saudara harus menjadi penggerak inovasi, menjadi motor reformasi birokrasi, menjadi motor pengembangan cara-cara kerja baru, menjadi motor penggerak berpemerintahan yang baru.
Para Pamong Praja Muda dan Hadirin yang berbahagia,
Sudah sering saya sampaikan, sudah sering saya katakan, kita perlu cara-cara kerja baru, kita perlu budaya kerja baru yang lebih inovatif, yang lebih cepat, berani smart shortcut. Sekarang dan ke depan, bukan negara besar mengalahkan negara kecil, bukan negara kaya mengalahkan negara miskin tetapi yang cepatlah yang akan mengalahkan yang lambat. Di sinilah justru letak permasalahan pemerintahan kita. Terlalu banyak aturan yang membelenggu diri sendiri, terlalu banyak prosedur, terlalu banyak tahapan-tahapan prosedur. Birokrasi telah terjebak oleh aturan yang menyulitkan yang dibuatnya sendiri.
Oleh karena itu, saya sangat berharap kepada Saudara-saudara para Pamong Praja Muda untuk memberikan nuansa yang berbeda, memberikan pemikiran-pemikiran yang berbeda, ikut memacu birokrasi menempuh jalan yang smart shortcut, yang orientasinya adalah hasil yang langsung dirasakan oleh rakyat. Dalam kondisi normal pun, cara kerja kita harus berorientasi hasil, harus cepat, harus efisien, harus langsung dirasakan oleh rakyat, apalagi dalam kondisi krisis kesehatan, krisis pandemi seperti ini, cara kerja seperti itu tidak bisa ditawar lagi.
Saya mengajak Saudara-saudara untuk mengawal perubahan cara kerja baru. Dari cara kerja yang rumit, yang lambat, menjadi cara kerja yang cepat. Dari regulasi yang banyak dan rumit ke regulasi yang sedikit dan sederhana. Dari SOP yang berbelit-belit ke SOP yang mudah dan sederhana.
Para Pamong Praja Muda dan Hadirin yang berbahagia,
Harus Saudara ingat bahwa Saudara-saudara adalah masa depan pemerintahan kita, mulai dari tingkat pusat, kabupaten, sampai ke pelosok desa dan penentu reformasi di instansi-instansi kalian masing-masing. Tangan kalianlah yang akan menjalankan adaptasi dan reformasi itu. Hati kalianlah yang akan merawat kedekatan dengan rakyat dan yang melayani rakyat. Tekad kalianlah yang akan memperkokoh Pancasila, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), dan Bhinneka Tunggal Ika.