Pantas Sampai Koma, Pembangkang Putin Ternayata Terbukti Diberi Racun Saraf, Cara Kerjanya Ngeri!
Kondisi Navalny kini dikabarkan sudah berangsur membaik setelah mengalami gejala keracunan parah saat berada di dalam sebuah pesawat.
TRI BUN-MEDAN.com - Alexei Navalny yang dikenal sebagai pembangkang Presiden Rusia Vladimir Putin, terbukti telah diracuni Novichok.
Hal ini disampaikan langsung oleh pemerintah Jerman setelah melakukan serangkaian tes pada Navalny.
Navalny sendiri diketahui sedang menjalani perawatan di Jerman dalam kondisi tubuh 'dikomakan'.
Kondisi Navalny kini dikabarkan sudah berangsur membaik setelah mengalami gejala keracunan parah saat berada di dalam sebuah pesawat.
Namun, beberapa pihak meyakini Navalny tidak diracuni saat berada di dalam pesawat, melainkan saat menyantap secangkir teh hitam saat sedang berada di bandara, beberapa saat sebelum menaiki pesawat.
Sebenarnya Navalny sempat dirawat di sebuah rumah sakit di Rusia, yang menyebut tidak ada racun dalam tubuh Navalny.
Hanya saja, rumah sakit di Jerman, tempat Navalny kini dirawat, justru menemukan bukti bahwa di dalam tubuh sang oposisi Putin tersebut terdapat racun saraf paling mematikan sepanjang sejarah dunia.
Berikut ini fakta-fakta dari Novichok yang bisa bikin merinding.
• Lowongan Kerja di Perusahaan BUMN September 2020: Angkasa Pura dan PT Pos Indonesia
• Kisah Saddam Husein, Dilahirkan Perut Ibu yang Miskin, 16 Tahun Berubah Jadi Kepala Geng Jalanan
• Penampakan Isi Kulkas Pasutri Kanibal, Polisi Sampai Syok Melihatnya, Ada 19 Potong Daging Manusia
• SIARAN LANGSUNG Live Streaming Italia vs Bosnia, Berlangsung Sesaat Lagi, Cek Link Live di Sini
1. Dikembangkan di Era Uni Soviet
Novichok, yang berarti "pendatang baru" dalam bahasa Rusia, dikembangkan pada masa Uni Soviet pada 1970-an.
Senjata kimia generasi keempat itu dikembangkan secara rahasia, dan diberi kode program "Foliant".
Pada 1999, pejabat Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) terbang ke Uzbekistan untuk membantu perlucutan fasilitas uji coba senjata kimia terbesar yang dipunyai Soviet di sana.
Dalam pengakuan pejabat tersebut, Soviet menggunakan fasilitas itu untuk mencoba Novichok dalam skala kecil.
Racun tersebut didesain untuk mengelabuhi deteksi yang dilakukan organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (Nato).
2. Sangat Mematikan Dibanding Racun Saraf Lain
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/4004888559.jpg)