Pantas Sampai Koma, Pembangkang Putin Ternayata Terbukti Diberi Racun Saraf, Cara Kerjanya Ngeri!

Kondisi Navalny kini dikabarkan sudah berangsur membaik setelah mengalami gejala keracunan parah saat berada di dalam sebuah pesawat.

Kolase: airmic.com dan cbc
Resmi! Pembangkang Putin Terbukti Diracuni Novichok, Racun Saraf Paling Mematikan Sejagat, Bikin Korban Ambruk dalam 30 Detik! 

Novichok, yang mempunyai nama lain A-230, diklaim 5-8 kali lebih mematikan dibandingkan dengan racun VX.

VX adalah racun saraf yang dipakai untuk membunuh saudara tiri Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Jong Nam, di Malaysia 13 Februari 2017.

Profesor Gary Stephens, pakar Farmakologi Universitas Reading berkata, Novichok merupakan racun paling berbahaya dibanding VX atau gas Sarin.

"Keberadaan Novichok sangat sulit untuk diidentifikasi. Racun ini juga sangat canggih daripada dua racun saraf lain," beber Stephens.

BBC memberitakan, beberapa varian Novichok sudah diproduksi sebagai bagian dari senjata kimia yang digunakan Rusia.

3. Bentuk Novichok Berbeda-beda

Keunggulan lain Novichok adalah bentuknya yang beragam. Beberapa varian memang berbentuk cair. Namun, ada juga yang padat hingga bubuk yang begitu halus.

Bahkan, beberapa varian racun Novichok dikabarkan merupakan "senjata biner". Artinya, mereka terdiri dari dua bahan yang tidak berbahaya.

Novichok baru akan aktif sepenuhnya jika dicampur. Stephens berkata, jika terpisah, Novichok bukanlah barang berbahaya.

"Artinya, pengiriman bahan kimia ini menjadi lebih mudah. Sebab, kurir tidak akan menderita masalah kesehatan serius," beber Stephens.

4. Efek Novichok Sangat Cepat

Novichok merupakan jenis racun saraf yang sangat cepat untuk menyebar dalam tubuh.

Jika seseorang tersentuh atau menghirupnya, maka efeknya bakal terasa antara 30 detik hingga dua menit.

Jika berbentuk bubuk, penyebarannya sedikit lambat. Korban baru merasakan gejala 18 jam setelah terkena Novichok.

5. Gejala yang Ditimbulkan Sama dengan Racun Saraf Lain

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved