Raja Thailand Ampuni Gundiknya yang Dulu Sempat Dipenjara, Sengaja Diinapkan di Hotel Mewah Jerman

Raja Vajiralongkorn kini dilaporkan sudah memberikan pengampunan kepada perempuan 35 tahun itu.

HANDOUT/AFP
Raja Maha Vajiralongkorn berpose dengan istri, Sineenat Bilaskalayani atau dikenal sebagai Sineenat Wongvajirapakdi 

Ia diketahui tinggal sementara di sebuah hotel mewah di Pegunungan Alpen Bavaria, Jerman.

Vajiralongkorn menikmati izin khusus untuk tinggal di Hotel Sonnenbichl di Garmisch-Partenkirchen.

Menurut otoritas setempat, hotel ini tidak terbuka untuk umum.

Raja dan rombongannya memiliki izin khusus karena mereka adalah ''kelompok orang homogen tunggal tanpa fluktuasi.''

tribunnews
Hotel Sonnenbichl di Garmisch-Partenkirchen (Grand Hotel Sonnenbichli)

Hotel mewah

Raja tidak hidup sendirian, rombongannya terdiri dari 100 orang, termasuk di antaranya 20 selirnya.

Pada akhir Maret, media Jerman melaporkan bahwa raja berwisata di sekitar Jerman menggunakan pesawat pribadi Boeing 737 untuk mengunjungi Hanover, Leipzig, dan Dresden.

Laporan menyebut Vajiralongkorn tidak turun dan langsung berangkat lagi setelah mendarat.

Raja dikenal karena perilaku eksentriknya.

Ia secara resmi menggantikan ayahnya naik tahta pada Oktober 2016 namun baru dinobatkan melalui proses upacara megah selama tiga hari pada Mei 2019.

Berbeda dengan sang ayah yang dihormati oleh rakyat Thailand, Vajiralongkorn tercatat sering terlibat skandal.

"Perilaku raja selama krisis virus corona telah menjadi bencana bagi reputasi monarki Thailand," kata wartawan dan aktivis Andrew MacGregor Marshall, menambahkan bahwa raja adalah "raja yang bermasalah, sadis, dan otoriter, yang seharusnya tidak memiliki tempat di abad ke-21."

tribunnews
Raja Thailand Vajiralongkorn (kiri) Thailand menikah secara sah dengan Suthida Vajiralongkorn na Ayudhya di Bangkok, Thailand, Kamis (2/5/2019) (Weekly Times)

Kritik berbahaya

Marshall, penulis buku "A Kingdom in Crisis," diizinkan untuk mengatakan apa yang diinginkannya tentang Raja Vajiralongkorn.

Di Thailand, kritik semacam ini akan dihukum berat di bawah undang-undang lese majeste, yang melarang pernyataan atau pendapat yang meremehkan tentang raja dan keluarga kerajaan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved