Raja Thailand Ampuni Gundiknya yang Dulu Sempat Dipenjara, Sengaja Diinapkan di Hotel Mewah Jerman

Raja Vajiralongkorn kini dilaporkan sudah memberikan pengampunan kepada perempuan 35 tahun itu.

HANDOUT/AFP
Raja Maha Vajiralongkorn berpose dengan istri, Sineenat Bilaskalayani atau dikenal sebagai Sineenat Wongvajirapakdi 

Fasilitas tersebut dilaporkan menampung 1.000 terpidana mati, dan menjadi panggung ketika Thailand melakukan eksekuti mati pertama selama hampir 10 tahun terakhir di 2018.

Adapun pakar "Negeri Gajah Putih", Andrew MacGregor Marshall, meyakini bahwa Sineenat berada di fasilitas lain yang berlokasi di Bangkok.

Roy Geurts Tepergok Komentari Postingan Ayu Ting Ting, Reaksi Cita Citat Sindir Teman Bermuka Dua!

Merujuk kepada sumber istana, Marshall menerangkan sang mantan selir kini telah menerima pengampunan dan diterbangkan ke Jerman.

Laporan media lokal "Negeri Bir" menyatakan perempuan itu menumpang pesawat pribadi langsung ke Muenchen, dan berhenti di Dubai untuk mengisi bahan bakar.

selir Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, yakni Sineenat Bilaskalayani atau dikenal sebagai Sineenat Wongvajirapakdi
kompas.com
selir Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, yakni Sineenat Bilaskalayani atau dikenal sebagai Sineenat Wongvajirapakdi

Pada Sabtu pagi waktu setempat (29/8/2020), raja yang dikenal playboy itu menjemputnya sendiri di bandar mengenakan tank top.

Raja dan rombongannya kemudian pergi dan berkendara ke kota resor Garmisch-Partenkirchen, di mana mereka diyakini menginap di Grand Hotel Sonnenbichi.

Mereka disebut sudah memesan seluruh lantai empat di hotel tersebut, dan memenuhinya dengan "harta dan barang antik" asal Thailand.

Adapun permaisurinya Ratu Suthida disebut menghabiskan sebagian besar waktunya di Hotel Waldegg, yang berlokasi di Engelberg. (Ardi Priyatno Utomo)

Dikritik habis-habisan

 Merebaknya virus corona membuat banyak kegiatan di seluruh dunia terhenti, Thailand termasuk satu di antaranya.

Jalanan di ibu kota Bangkok yang biasanya ramai berubah sepi.

Bandara Suvarnabhumi yang merupakan pintu masuk pariwisata internasional, mengalami penurunan lalu lintas yang cukup drastis.

Industri pariwisata Thailand yang menjadi penyumbang 20% dari PDB negara itu pada 2018, kini telah terhenti.

Selama krisis, masyarakat mengharapkan pemimpin yang menunjukkan solidaritas dan dukungan.

Tetapi Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn absen dari kerajaannya sejak pandemi COVID-19 merebak.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved