Update Covid19 Sumut 31 Agustus 2020

Pejabat Dinas Ketahanan Pangan Deliserdang Meninggal, Seluruh Pegawai Jalani Swab

Selaksanaan swab massal bagi pegawai kantor ini dilakukan karena satu hari sebelumnya satu orang pejabat di Dinas Ketahanan Pangan meninggal dunia.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Indra Gunawan
Pegawai Dinas Ketahanan Pangan Deliserdang menjalani swab massal di kantor, Senin (31/8/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Dinas Kesehatan Deliserdang melakukan swab massal di kantor Dinas Ketahanan Pangan, Senin (31/8/2020).

Seluruh pegawai baik yang berstatus pejabat, staf hingga cleaning cervice dan security turut diperiksa.

Hal ini dilakukan untuk mencegah terciptanya klaster baru penyebaran Covid-19 di Kabupaten Deliserdang seperti yang sudah terjadi di kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Deliserdang.

Informasi yang dihimpun pelaksanaan swab massal bagi pegawai kantor ini dilakukan karena sehari sebelumnya ada satu orang pejabat di Dinas Ketahanan Pangan meninggal dunia.

Pejabt berinisial BHS itu menjabat sebagai Kabid Ketersediaan.

BHS yang merupakan warga Kota Medan itu meninggal dunia Minggu (30/8/2020) sekira pukul 03.30 WIB.

Ia sebelumnya termasuk orang yang punya kontak erat dengan Kadis Ketahanan Pangan, Rudi Akmal Tambunan, yang sebelumnya sudah terkonfirmasi positif Covid-19.

BHS sendiri dikenal rekan-rekan kerjanya mempunyai penyakit bawaan seperti diabetes dan jantung.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Claudia Evinta Siregar yang diwawancarai membenarkan bahwa satu hari sebelumnya ada yang meninggal dunia.

Ia menyebutkan, sudah beberapa hari almahum tidak masuk kerja karena alasan sakit amandel.

BHS sendiri sebenarnya masuk dalam daftar orang yang harus menjalani swab dan karantina karena punya kontak erat dengan yang pasien positif covid-19.

"Almarhum juga setahu kita memang punya penyakit bawaan seperti diabetes dan jantung. Tapi kalau sama saya bilangnya kemarin permisi dia sakit amandel. Sempat saya bilang nanti kalau sudah sembuh dibawa surat sakitnya ya supaya TPP (tambahan penghasilan pegawai) tidak dipotong. Karena anggota saya ya kemarin kita pergilah ke rumah duka," ucap Claudia.

Claudia sendiri mengakui sampai kini dirinya belum pernah memegang surat keterangan swab tanda negatif dari almarhum.

BHS semasa hidup sempat ditanyai apakah sudah melakukan swab atau tidak. Pada saat itu almarhum mengaku sudah jalani pemeriksaan di dekat rumahnya.

"Kalau kita tanya sama keluarganya malah dibilang sudah di-swab di Lubukpakam dan hasilnya negatif. Ya seperti inilah. Saya sudah tegaskan dan minta sama anggota jangan karena opini jadi ketakutan. Kalau memang sakit ya harus ke rumah sakit. Kalau dari keterangan keluarga kemarin itu dia sempat sesak, meninggalnya di rumah. Kalau Pak Kadis sekarang sudah sehat tapi masih karantina di rumah," kata Claudia.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved