Viral Medsos

Ketika Rocky Gerung Berharap Agar Gedung Kejagung Jangan Direnovasi, Dibiarkan Saja Menjadi Monumen

Meski begitu, Rocky Gerung menganggap yang terbakar bukan Kejaksaan Agung.

Editor: AbdiTumanggor
Istimewa
Kantor Kejaksaan Agung di Jalan Sultan Hasanudin Dalam, Nomor 1, RT 011/RW 007, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terbakar pada Sabtu (22/8/2020) malam. 

TRIBUN-MEDAN.COM -  Rocky Gerung akhirnya kembali hadir di Indonesia Lawyers Club (ILC).

Rocky Gerung menjadi narasumber di ILC dengan judul: Waduh, Kok Kejaksaan Agung Terbakar?

Meski begitu, Rocky Gerung menganggap yang terbakar bukan Kejaksaan Agung.

Rocky Gerung di ILC mengatakan yang terbakar adalah pasar gelap keadilan.

Gedung Kejaksaan Agung di Jalan Sultan Hasanudin Dalam, No. 1, RT.011/RW.007, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan terbakar Sabtu (22/8/2020) malam.(KOMPAS.COM/ BONFILIO PUTRA)
Gedung Kejaksaan Agung di Jalan Sultan Hasanudin Dalam, No. 1, RT.011/RW.007, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan terbakar Sabtu (22/8/2020).(KOMPAS.COM/ BONFILIO PUTRA)

Berikut selengkapnya:

Ini merupakan kehadiran pertama Rocky Gerung setelah dua bulan tak di ILC.

"yang juga udah lama gak hadir di ILC, Rocky Gerung yang tadi jangan-jangan tadi," kata Karni Ilyas ke Rocky Gerung dikutip TribunnewsBogor.com dari akun Youtube Indonesia Lawyers Club berjudul Long Time No See! Rocky Gerung : yang Terbakar Bukan Kejagung, tapi Pasar Gelap Keadilan! | ILC tvOne.

Menurut Karni Ilyas banyak masyarakat menduga ia dintervensi pemerintah sehingga tak mengundang Rocky Gerung ke ILC.

"Pemirsa menduga dia gak datang karena saya diintervensi kekuasaan, jadi malam ini terpaksa saya bantah, buktinya dia ada," kata Karni Ilyas.

Meski begitu Rocky Gerung menganggap ucapan Karni Ilyas sebagai post factum.

"Sebetulnya itu post factum, saya katakan saya tidak diundang sejak 2 bulan lalu sampai kemarin, sekarang diundang itu tidak membuktikan bahwa anda membatalkan dalil saya," kata Rocky Gerung.

Karni Ilyas lantas membanding Rocky Gerung dengan Trimedya Panjaitan.

"Itu masih kurang, Pak Trimedya begitu datang saya setahun tidak diundang," kata Karni Ilyas.

"Dia pantas tidak diundang," timpal Rocky Gerung.

"Ini baru dua bulan," kata Karni Ilyas.

"Trimedya memang tidak harus diundang dia," kata Rocky Gerung.

Mendengar ucapan Rocky Gerung, Karni Ilyas pun tertawa.

Rocky Gerung mengatakan kini akal sehat Karni Ilyas telah pulih.

"Anggap jadi Karni Ilyas akal sehatnya pulih, no Karni no berani itu pointnya," kata Rocky Gerung.

Rocky Gerung menilai saat ILC sudah menjadi wadah untuk pengacara menangis.

"Saya cari akal supaya karena udah lama gak diundang udah lupa grammer dari ILC, ILC sekarang jadi Indonesia Lawyers Crying tempat lawyer mengadu dan marah-marah, tapi itu masuk akal akhirnya orang gak tau kemana menyalurkan kemarahan publik, ya ke ILC karena ini lembaga penampung kemarahan publik," kata Rocky Gerung.

Soal kebakaran Kejaksaan Agung, Rocky Gerung mengatakan ia penasaran kenapa kini publik tak ingin tahu penjelasan dari pemerintah.

"Saya gak akan mencari yang terjadi di lantai 3 gedung itu, yang ingin saya cari tahu kenapa emak-emak tidak ingi tahu keterangan dari Mahfud MD, juru bicara presiden, KSP, itu yang lebih menarik, kenapa rakyat tidak mau tahu keterangan pemerintah, " kata Rocky Gerung.

Sehingga menurut Rocky Gerung judul ILC malam itu keliru.

"Sehingga orang menganggap judulnya itu keliru, Waduh, Kok Kejaksaan Agung Terbakar? kata waduh tidak ada gunanya kalau ujungnya terbakar, kalau dibakar maka itu ada gunanya.

Saya bisa bayangkan 14 jam Karni Ilyas rapat dengan tim untuk memilih judul terbakar atau dibakar, penyelesainnya biasanya dikasih tanda tanya tuh," kata Rocky Gerung.

Rocky Gerung menganggap yang terbakar bukan Kejaksaan Agung, melainkan pasar gelap keadilan.

"Sebetulnya bagi saya gedung Kejaksaan Agung tidak terbakar, yang terbakar itu adalah pasar, yaitu pasar gelap keadilan jadi yang ada di depan kita gambar pasar gelap kekuasaan, karena di situ terjadi transaksi ketidakadilan, " kata Rocky Gerung. 

Bahkan Rocky Gerung lebih memilih gedung Kejaksaan Agung tersebut dibiarkan saja menjadi monumen atau haritage untuk mengenang sejarah terbakarnya keadilan. (*)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Koreksi Judul ILC, Rocky Gerung Sebut Kejaksaan Agung Tidak Terbakar : Tapi Pasar Gelap Keadilan

GEDUNG Kejaksaan Agung Terbakar, Dikaitkan Kasus Jaksa Pinangki, Berikut Sejumlah Fakta Terjadi?

Dalam pemberitaan sebelumnya, Kantor Kejaksaan Agung di Jalan Sultan Hasanudin Dalam, Nomor 1, RT 011/RW 007, Kelurahan Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, terbakar pada Sabtu (22/8/2020) malam.

Api menyala sekitar pukul 19.10 WIB.

Setelah menerima laporan, pihak pemadam kebakaran langsung mengerahkan mobil pemadam ke lokasi.

Kebakaran terjadi di Gedung Utama Kejaksaan Agung yang berada persis di balik gerbang utama Korps Adhyaksa itu.

Diduga, api berasal dari lantai 6 Gedung Utama.

Mulanya, kebakaran besar terjadi di sisi utara sebelah kanan gedung lalu merembet hingga ke sisi tengah, hingga ke sisi selatan.

Berikut sejumlah fakta mengenai kebakaran Kejaksaan Agung:

1. Gedung pembinaan dan intelijen

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono menyebutkan, berdasarkan laporan sementara, kebakaran di Gedung Utama Kejagung berasal dari lantai 6 yang merupakan bagian kepegawaian.

Lantai 5 juga dijadikan sebagai tempat pembinaan kepegawaian.

Kedua lantai ini berdekatan dengan lantai 3 dan lantai 4 yang masing-masing berfungsi sebagai ruang intelijen.

"Lantai 5-6 itu bagian pembinaan, di sini ada kepegawaian. Lantai 3 itu intelijen, kemudian lantai 3 juga intelijen," ujar Hari dalam siaran Kompas TV, Sabtu malam.

2. Heritage

Hari mengungkap, gedung yang terbakar tersebut berstatus cagar budaya atau heritage.

Hal ini Hari sampaikan menjawab pertanyaan yang menyebut gedung yang terbakar tersebut merupakan gedung yang baru direnovasi.

"Gedung Utama ini heritage, kan enggak boleh dibongkar," kata Hari.

Hari memastikan, Gedung Utama yang terbakar saat ini bukanlah gedung yang baru direnovasi.

"Itu gedung utama adalah gedung heritage, jadi enggak boleh direnovasi, yang dibangun sekarang itu gedung baru di dekat lapangan," ujar Hari.

3. Pastikan berkas aman

Sementara itu, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin memastikan, berkas penanganan perkara dan para tahanan aman dari kebakaran yang terjadi di Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Ia menyatakan, Gedung Utama Kejagung yang terbakar bukanlah lokasi penyimpanan berkas penanganan perkara dan tempat tahanan.

"Di sini adalah (kantor) SDM saja, tahanan di belakang, tidak, aman, aman, aman semua. Jadi berkas perkara, tahanan, aman," kata ST Burhanuddin.

Hal yang sama juga diungkap oleh Hari Setiyono.

Hari menyebut bahwa tidak ada data penanganan perkara yang terbakar.

Kejagung memiliki data cadangan seandainya data pada berkas yang disimpan di gedung tersebut terdampak kebakaran.

"Kami punya backup datanya, mudah-mudahan segera diatasi. Ini masih dalam proses penanganan, diatasi, dan tidak ada korban," ujar Hari.

4. Peristiwa luar biasa

Menko Polhukam Mahfud MD mengaku kaget mengetahui kabar kebakaran yang terjadi di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.

Ia menilai kejadian kebakaran ini tergolong luar biasa.

"Iya kebakarannya besar sekali, saya kaget juga," kata Mahfud MD.

"Kalau listrik mungkin agak terbatas, saya awam di bidang kebakaran, ini kok seperti luar biasa ya sampai sekian lantai dan sepertinya cepat sekali," tutur dia.

Namun, ia tak mau menduga-duga.

Mahfud mengatakan sudah berkomunikasi dengan pihak kejaksaan, tetapi hingga saat ini belum ada informasi jelas mengenai penyebab kebakaran.

"Saya sudah kontak ke Jampidum, beliau sudah di lokasi tapi masih menghimpun data tentang apa yang terjadi dan bagaimana kejadiannya," ujarnya.

Mahfud pun mengatakan Presiden Joko Widodo telah mengetahui perihal peristiwa kebakaran ini.

"Pasti sudah tahu, tapi belum memberikan respons atau instruksi apa pun," ucap Mahfud.

5. Tahanan dievakuasi

Menurut Mahfud, para tahanan di Kejaksaan Agung sudah dipindahkan atau dievakuasi.

Pemindahan tahanan tersebut telah dilakukan sejak pukul 21.00 WIB.

"Untuk mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan para tahanan di kejaksaan agung juga sudah mulai dipindahkan sejak sekitar jam 21.00 tadi," tulis Mahfud dalam akun Twitter resminya, Sabtu (22/8/2020).

6. Aneh kalau data hilang

Mahfud pun meyakini berkas dan data di Gedung Kejaksaan Agung yang terbakar tetap aman.

Jika ada data yang terbakar, menurut Mahfud, Kejagung memiliki penyimpanan secara digital.

"Sekarang ini kan era digital. Kalau cuma barang-barang rusak, kan bisa ditemukan lagi lewat digital," kata Mahfud.

"Pasti ada pusat penyimpanannya di luar Kejaksaan Agung," ujarnya menambahkan.

Menurut dia, aneh jika data-data di Kejagung sampai hilang akibat kebakaran ini.

"Kalau sampai hilang aneh, kalau sampai tidak ditemukan jejaknya kan aneh," tutur Mahfud.

7. Minta publik menunggu

Mahfud pun merespons isu kejanggalan kebakaran Gedung Kejaksaan Agung yang dikaitkan dengan kasus hukum Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Mahfud meminta publik menunggu hasil penyelidikan resmi mengenai penyebab kebakaran.

"Bisa orang menganalisis macam-macam dan kemungkinan-kemungkinan itu bisa saja terjadi.

Makanya kita lihat dulu kepastiannya seperti apa. Kita tunggu semuanya," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul : "Terbakarnya Gedung Kejaksaan Agung dan Nasib Berkas Perkara..."

Sumber: Tribun Bogor
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved