Dampak Erupsi Gunung Sinabung, Dinkes Karo Sebut Hampir 300 Warga Mengeluh ISPA

Erupsi Gunung Sinabung yang terjadi sejak Sabtu (8/8/2020) lalu, membuat sebagian wilayah di Kabupaten Karo terdampak abu vulkanik.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Muhammad Nasrul
Warga membersihkan genteng rumahnya dari sisa abu vulkanik, di Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Senin (10/8/2020) lalu. 

Perihal obat bantuan yang telah diminta kepada provinsi, Irna mengaku sudah ada sebagian obat yang datang, dan juga masih ada jenis obat lainnya menunggu pasokan tambahan.

"Kalau di Puskesmas memang sudah kita sediakan obat-obatan pendukung untuk gejala ISPA. Dan kemarin kita sudah mendapatkan bantuan berupa obat tetes mata, untuk antisipasi infeksi mata," katanya.

Diketahui, beberapa hari terakhir hujan sudah mulai mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Karo, terutama di daerah yang terdampak abu vulkanik. Selain itu, pihak dari relawan baik TNI, Polri, dan BPBD Karo sudah mulai melakukan penyemprotan daerah yang terdampak untuk menghilangkan abu vulkanik. Dengan itu, dampak abu vulkanik sudah sedikit banyaknya hilang.

Namun begitu, Irna mengatakan pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tetap mengurangi aktivitas di luar rumah jika memang kondisi cuaca sedang panas dan masih ada abu. Jika terpaksa untuk keluar, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tetap menggunakan masker, dan pelindung mata agar dapat terhindar dari paparan sisa abu vulkanik.

(cr4/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved