Viral Medsos

Tragedi Maut Sejoli Meninggal Nyaris Sama, Cewek Susul Pacar Selang 9 Jam, Pengendara Masih 19 Tahun

Menurut saksi mata, mobil Pajero Sport warna hitam dengan pelat nomor B 1181 PJE, melaju dari arah Simpang Angkatan 66 ke arah Simpang Patal.

instagram.com/tasyainsyaraa dan dokumentasi polisi
Tragedi Maut Sejoli Meninggal Bersamaan, Sang Cewek Susul Pacar Selang 9 Jam 

Sesaat sebelum kecelakaan, saat melintas di depan SPBU, mobil tampak menghindari sepeda motor yang melaju melawan arah.

"Terus mobil itu langsung banting setir ke kanan. Nabrak pembatas jalan, nabrak lampu jalan, masuk ke jalur berlawanan sampai nabrak motor yang dari arah Simpang Patal," kata Indra, seorang saksi mata di TKP, Kamis (20/8/2020).

Curhat Nora Alexandra, Diminta Netizen Ceraikan Jerinx SID, Langsung Beri Jawaban Menohok

Menurut Indra, ada dua unit sepeda motor yang ditabrak mobil Pajero tersebut.

"Sepeda motornya dua, ada tiga orang korbannya," ujar Indra, dikutip dari SriwijayaPost ( grup TribunJati,com).

Sementara polisi masih memeriksa pengemudi Pajero yang diketahui berinisial HP (17 tahun) warga Bukit Sangkal, Kalidoni.

"Kami masih meminta keterangan pengemudi mobil. Sementara kendaraan yang terlibat kecelakaan sudah dievakuasi ke pos laka," kata Kasat Lantas Polrestabes Palembang, AKBP Yusantiyo Sandhy melalui Kanit Lakalantas, Iptu Sucipto.

Pencuri Motor Ini Awalnya Gasak Yamaha Vega, Kemudian Tergiur Lihat Vario, Akhirnya Ditukar

Kesedihan Keluarga

Tono (61) yang merupakan ayah dari Tasya mengatakan sebelum kejadian Tasya sempat pamit dengan ibunya untuk keluar mencari makan.

Dikatakan Tono, kedua orang tua sama sekali tidak merasakan adanya firasat akan ditinggalkan oleh anaknya tersebut.

"Sebelum kejadian itu dia pamit sama ibunya mau mencari makan di luar. Kalau firasat itu sama sekali tidak ada," kata Tono saat ditemui wartawan Sripoku.com di rumah duka, Kamis (20/8/2020).

Tasya sendiri merupakan anak semata wayang dari buah hati Tono dan Hartini.

Sejak lulus SMA, Tasya bekerja di Toko Roti dan berencana akan melanjutkan kuliah.

"Tidak tau lagi harus bagaimana, saat di rumah sakit aja kaki ini sudah lemas tidak lagi harus bagaimana," kata Tono.

Tasya pun sering berbagi cerita kepada orang tuanya jika dirinya bercita-cita ingin menjadi arsitek.

Karena kecelakaan yang menimpanya semalam, cita-cita Tasya pun hanya tinggal kenangan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved