Terpilih jadi Duta Bahasa Sumut 2019, Nadia dan Irfan Sudah Yakin akan Menang

Nadia dan Irfan tak kuasa mengucap syukur atas dukungan yang diberikan berbagai pihak.

TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN
Pemilihan Duta Bahasa Sumatera Utara (Sumut) 2019 Hotel Polonia, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 14-18, Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia. 

TRIBUN-MEDAN.com - Haru dan Bahagia terpancar di wajah kedua Duta Bahasa Sumut 2019 Nadia Virdhani Hia dan Muhammad Irfan Novaldi.

Saat nama keduanya ditetapkan sebagai duta bahasa Sumut 2019, Nadia dan Irfan tak kuasa mengucap syukur atas dukungan yang diberikan berbagai pihak.

Pemilihan Duta Bahasa Sumut 2019 yang dilaksanakan di Hotel Polinia, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 14-18, Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, ini menyeleksi 20 besar finalis menjadi 4 Finalis yang terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan.

Baca: 60 Orang Bersaing Jadi Duta Bahasa Sumut, Diutamakan Generasi Millenials yang Paham Teknologi

Saat berbicara dengan Tribun Medan Nadia mengaku berasal dari Gunung Sitoli Nias, dan sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Medan. Sedangkan Irfan berasal dari kota Tanjung Balai juga sedang menempuh pendidikan Bahasa Inggris di Universitas yang sama.

"Saya diajarkan oleh teman-teman dan senior di organisasi Himpunan Jurusan, agar selalu meletakkan ekspektasi di titik terendah, sehingga saat ini saya sangat senang dapat melanjutkan amanah yang diberikan," tutur Irfan, Sabtu (13/7/2019)

Sedangkan Nadia mengatakan merasa amat bersyukur atas pencapaian yang Ia raih namun disisi lain Ia sudah dapat merasakan beban amanah yang harus Ia tuntaskan kedepan.

Meski demikian Nadia dan Irfan mengaku sudah memiliki insting akan meraih gelar Duta Bahasa. Irfan mengatakan saat terpilih menjadi Finalis 4 besar Ia sudah yakin akan menang.

"Saya selalu mengukur kesempatan, dan semua finalis sangat berbakat, tapi saya mengukur setidaknya kemenangan ada berkisar 50% karena persaingan sangat segitu dan kita semua melakukan yang terbaik," tambah Nadia.

Selama 3 hari menjalani Karantina Nadia mengaku kerja sama tim merupakan pelajaran penting yang Ia dapat. Meski kedua puluh peserta berasal dari latar belakang yang berbeda, Nadia mengatakan setelah melewati masa karantina semua serasa seperti keluarga.

Sedangkan Irfan mengaku mendapatkan pengetahuan serta wawasan yang lebih banyak. Selain itu Ia menyadari masih terdapat kekurangan dalam dirinya, serta masih perlu menambah wawasan lebih lagi.

"Kedepannya saya berharap nanti bisa dibimbing lagi untuk bisa membuat program kerja yang lebih baik lagi yang bisa mencakup semua aspek, baik itu bahasa, san budaya," tambah Nadia.

Kampanye Penggunaan Bahasa Indonesia

Sebagai Duta Bahasa 2019, Irfan ingin melaksanakan program kerja yang telah Ia paparkan selama karantina yakni mengkampanyekan penggunaan bahasa Indonesia dalam menu-neni makanan, selain itu Ia mengaku ingin menggalakkan bahasa Indonesia di forum Internasional.

"Sebagai contoh kita juga bisa mengajari para pengungsi dari luar negeri agar mengerti bahasa Indonesia, supaya mereka bisa melanjutkan hidup di Indonesia jadi lebih baik lagi," katanya.

Bagi Nadia sebaik apapun generasi Muda mengenal negara luar, tidak boleh lupa dengan negara sendiri, terutama memahami dan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

"Kepada generasi muda cobalah untuk banyak membaca, kalau dirasa berat membaca coba mencari informasi melalui audio visual tontonlah video-video yang edukatif," katanya

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved