HERANNYA Petani di Tele Saat Pemkab Samosir Sebut Pengiriman Sayur ke Taiwan Sebagai Ekspor Perdana
Klaim Pemkab terkait ekspor perdana sayuran hasil pertanian Samosir ke luar negeri, menuai keheranan dari petani di kawasan Tele.
Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Juang Naibaho
Hal senada disampaikan Bolusson P Pasaribu yang merupakan mantan Kepala Desa di Desa Partungkonaginjang (Kawasan Dataran Tinggi Tele).
Di media sosialnya ia menuturkan bahwa dulu Kawasan Partungko Naginjang (Tele, Hariara Pintu, Huta Galung, Baniara) saat masih bagian dari Kabupaten Tapanuli Utara dan sampai Kabupaten Toba Samosir sudah beberapa kali mengirim hasil pertanian ke luar negeri.
"Dulu Kawasan Partungko Naginjang Tele Hariara Pintu Huta Galung Baniara semasi Kab,Tapanuli Utara dan Sampai Kab Toba Samosir sudah Beberapa X pun kita Mengirim Hasil Pertanian jenis Kentang Kol ubi Jalar Dan Di Hadiri Langsung Bapak Bupati Taput Lundu Panjaitan Bupati Taput Bapak RE Nainggolan Bupati Taput Bapak TMH Sinaga Bupati Tobasa Pak Sahala Tampubolon Hasil Pertanian kita Eksport Ke Singapore ,Malaysia Brunai Darussalam,Taiwan ,dan ke RRT JUGA JENIS KENTANG ISRAEL PUN UDA KITA TANAM Dan GARANOLA Dari Australia.
Jadi Uda Lama Benar Kita ngirim Hasil Pertanian Ke Luar Negeri Sampai Sekarang Kita Tetap Mengirim ke Luar Negeri Dan Beberapa Daerah Dalam Negeri Karena Hususnya Daerah Kawasan Partungko Naginjang Tele Baniara Huta Galung Hariara Pintu Semuanya Hidup Tergantung Bertani Holtikultura Namun Terima Kasih untuk Tuhan Sekarang Daerah Didalam Kawasan Polo Samosir Beberapa kecamatan Sudah Mengembangkan Tanaman Holtikultura.
Semoga Kedepan Warga Makin Gigih Bertani Jangan Sampai Ada lahan Tidur Ayo Semuanya Makin Semangat Mengembangkan Tanaman2 Yg Lain Juga Untuk kehidupan kita Bersama Kedepan Sukses Semuanya," tulisnya.
Sementara itu, Kadis Pertanian Samosir Viktor Sitinjak belum berhasil dimintai keterangannya.
Sementara Kadis Kominfo Samosir Rohani Bakkara yang ikut memberangkatkan sayur mayur 16 ton itu, akhirnya merespons pertanyaan wartawan.
Rohani Bakkara mengakui, selama ini Dinas Pertanian Samosir sepertinya memang kurang mengetahui kalau petani Tele sudah sejak lama mengekspor hasil bumi seperti kentang, kol dan lainnya ke luar negeri.
Kata Rohani, petani Tele tidak memberi tahu kepada Pemkab Samosir sehingga pihaknya tidak tahu bagaimana untuk memfasilitasi.
"Iya, ternyata mereka sudah sering katanya mengekspor. Tapi selama ini kami kurang tahu karena mereka petani Tele tidak memberi tahu. Ke depan akan kita gandeng semua kalau begitu, agar petani Samosir bisa lebih bangkit lagi mengikuti apa yang sudah pernah ada seperti di Tele," kata Rohani Bakkara.
(Jun-tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ekspor-sayur-dari-samosir.jpg)