HERANNYA Petani di Tele Saat Pemkab Samosir Sebut Pengiriman Sayur ke Taiwan Sebagai Ekspor Perdana
Klaim Pemkab terkait ekspor perdana sayuran hasil pertanian Samosir ke luar negeri, menuai keheranan dari petani di kawasan Tele.
Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Baru-baru ini Pemerintah Kabupaten Samosir mengekspor 16 ton sayur mayur ke Taiwan.
Pengiriman pada Senin 3 Agustus 2020 itu, diumumkan sebagai ekspor perdana sayur mayur dari Samosir ke luar negeri.
Tak ayal, klaim Pemkab Samosir itu menuai keheranan dari sejumlah pihak, terutama petani di kawasan Tele.
Pasalnya, jauh sebelumnya para petani di Tele sudah ekspor sayur mayur ke luar negeri.
Seorang petani di Tele, Thamrin Hutasoit mempertanyakan klaim Pemkab Samosir bahwa baru kali ini ada ekspor perdana ke luar negeri.
"Saya petani Samosir merasa kurang pas kalau ini disebut ekspor perdana dari Samosir. Bagus memang ada ekspor, tapi hasil tani dari Tele sudah sering kami ekspor terutama ke Malaysia. Jangalah diklaim baru kali ini ekspor," tukas Hutasoit, Kamis (6/8/2020).
Sejumlah petani lainnya di Tele Samosir, Kamis (6/8/2020) menyampaikan dukungan kepada pemerintah atas keberhasilan ekspor tersebut, namun untuk disebut ekspor perdana adalah informasi yang kurang tepat.
Diketahui, Pemkab Samosir mengirimkan 16 ton sayur mayur ke Taiwan pada Senin 3 Agustus 2020.
Pengiriman itu diberangkatkan langsung oleh Bupati Samosir Rapidin Simbolon bersama Kadis Kominfo Rohani Bakkara dan Kepala Dinas Pertanian Viktor Sitinjak dari Desa Tanjungan, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.
Dalam keterangan pers Bupati Samosir Rapidin Simbolon, ditambah keterangan tertulis Kadis Kominfo Rohani Bakkara, pengiriman pada 3 Agustus itu disebut ekspor perdana Kabupaten Samosir ke luar negeri.
Bupati Samosir menyampaikan bahwa pengiriman ekspor pertanian sayur mayur ini, merupakan kebangkitan petani di Kabupaten Samosir.
Ia menyatakan pemerintah daerah akan terus mendukung petani, baik dari sisi peralatan maupun sisi lainnya.
Fakta berbeda dituturkan Hutasoit, petani di Tele.
Soalnya, sejak lama bahkan sebelum Samosir mekar dari Kabupaten Tobasa, ekspor sayur mayur ke luar negeri sudah menjadi hal yang biasa bagi petani Tele.
"Sejak SD bahkan sudah ada ekspor dari Tele. Petani Tele sudah lama mampu melakukan ekspor berupa kentang dan kol," ujar Hutasoit yang merupakan keponakan penyedia ekspor pertama hasil tani dari Tele menuju negara luar, terutama Malaysia itu.
Hal senada disampaikan Bolusson P Pasaribu yang merupakan mantan Kepala Desa di Desa Partungkonaginjang (Kawasan Dataran Tinggi Tele).
Di media sosialnya ia menuturkan bahwa dulu Kawasan Partungko Naginjang (Tele, Hariara Pintu, Huta Galung, Baniara) saat masih bagian dari Kabupaten Tapanuli Utara dan sampai Kabupaten Toba Samosir sudah beberapa kali mengirim hasil pertanian ke luar negeri.
"Dulu Kawasan Partungko Naginjang Tele Hariara Pintu Huta Galung Baniara semasi Kab,Tapanuli Utara dan Sampai Kab Toba Samosir sudah Beberapa X pun kita Mengirim Hasil Pertanian jenis Kentang Kol ubi Jalar Dan Di Hadiri Langsung Bapak Bupati Taput Lundu Panjaitan Bupati Taput Bapak RE Nainggolan Bupati Taput Bapak TMH Sinaga Bupati Tobasa Pak Sahala Tampubolon Hasil Pertanian kita Eksport Ke Singapore ,Malaysia Brunai Darussalam,Taiwan ,dan ke RRT JUGA JENIS KENTANG ISRAEL PUN UDA KITA TANAM Dan GARANOLA Dari Australia.
Jadi Uda Lama Benar Kita ngirim Hasil Pertanian Ke Luar Negeri Sampai Sekarang Kita Tetap Mengirim ke Luar Negeri Dan Beberapa Daerah Dalam Negeri Karena Hususnya Daerah Kawasan Partungko Naginjang Tele Baniara Huta Galung Hariara Pintu Semuanya Hidup Tergantung Bertani Holtikultura Namun Terima Kasih untuk Tuhan Sekarang Daerah Didalam Kawasan Polo Samosir Beberapa kecamatan Sudah Mengembangkan Tanaman Holtikultura.
Semoga Kedepan Warga Makin Gigih Bertani Jangan Sampai Ada lahan Tidur Ayo Semuanya Makin Semangat Mengembangkan Tanaman2 Yg Lain Juga Untuk kehidupan kita Bersama Kedepan Sukses Semuanya," tulisnya.
Sementara itu, Kadis Pertanian Samosir Viktor Sitinjak belum berhasil dimintai keterangannya.
Sementara Kadis Kominfo Samosir Rohani Bakkara yang ikut memberangkatkan sayur mayur 16 ton itu, akhirnya merespons pertanyaan wartawan.
Rohani Bakkara mengakui, selama ini Dinas Pertanian Samosir sepertinya memang kurang mengetahui kalau petani Tele sudah sejak lama mengekspor hasil bumi seperti kentang, kol dan lainnya ke luar negeri.
Kata Rohani, petani Tele tidak memberi tahu kepada Pemkab Samosir sehingga pihaknya tidak tahu bagaimana untuk memfasilitasi.
"Iya, ternyata mereka sudah sering katanya mengekspor. Tapi selama ini kami kurang tahu karena mereka petani Tele tidak memberi tahu. Ke depan akan kita gandeng semua kalau begitu, agar petani Samosir bisa lebih bangkit lagi mengikuti apa yang sudah pernah ada seperti di Tele," kata Rohani Bakkara.
(Jun-tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ekspor-sayur-dari-samosir.jpg)