LEDAKAN BEIRUT Hancurkan Stok Gandum Libanon, 300 Ribu Orang Kehilangan Rumah Korban Tewas 100 Orang
Ledakan Beirut, Selasa (4/8/2020) juga menghancurkan silo penyimpanan gandum, makanan pokok bagi lebih dari 6 juta orang warga Libanon.
Abboud mengatakan kepada berita MTV bahwa antara 250.000 dan 300.000 orang telah kehilangan rumah dan pihak berwenang berupaya menyediakan makanan, air, dan tempat tinggal.
"Kami kehilangan 10 anggota anggoat Pemadam Kebakaran Beirut dan kerusakan berkisar antara 3 [miliar] dan 5 miliar dolar dan mungkin lebih," katanya.
Ledakan dahsyat mirip ledakan bom atom merenggut sedikitnya nyawa 100 orang dan lebih dari 4.000 orang terluka.
George Kettaneh, Kepala Palang Merah Libanon, mengatakan sedikitnya 100 orang tewas dan lebih dari 4.000 luka-luka dalam ledakan besar di Beirut.
Kettaneh menambahkan jumlah korban bisa bertambah terus dan Palang Merah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Libanon untuk mengevakuasi mayat korban karena rumah sakit kewalahan.
"Peristiwa ini mirip dengan apa yang terjadi di Jepang, di Hiroshima dan Nagasaki.
Dalam hidup saya, saya belum pernah melihat kehancuran dengan skala besar seperti ini.
Ini adalah bencana nasional," ujar Abboud seperti dikutip CNN.
Presiden Libanon Michel Aoun mengatakan "tidak dapat diterima" bahwa 2.750 ton amonium nitrat disimpan di gudang selama enam tahun tanpa langkah-langkah keamanan, menurut pernyataan yang dipublikasikan di akun Twitter kepresidenan.
Aoun juga berjanji bahwa mereka yang bertanggung jawab akan menghadapi "hukuman paling keras" dan mengatakan keadaan darurat dua minggu harus diumumkan.
Senada Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab telah berjanji bahwa mereka yang bertanggung jawab atas ledakan besar di pelabuhan Beirut, yang menewaskan puluhan orang dan melukai ribuan lainnya, akan dimintai pertanggungjawaban.
"Apa yang terjadi hari ini tidak akan berlalu tanpa pertanggungjawaban," katanya dalam pidato yang disiarkan televisi pada Selasa.
"Mereka yang bertanggung jawab atas bencana ini akan membayar harganya."
Penyebab pasti ledakan yang dirasakan di seluruh ibukota itu tidak segera jelas, tetapi para pejabat mengatakan itu bisa dikaitkan dengan "bahan peledak" yang disita dan disimpan di gudang "selama bertahun-tahun".
Diab, dalam pidatonya, menjanjikan pengumuman tentang "gudang berbahaya ini yang telah ada selama enam tahun, sejak 2014."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ledakan-beirut-hancurkan-stok-gandum-libanon.jpg)