Sopir Angkot Berlagak Bos HRD, 11 Wanita Pengangguran Tertipu, Sampai Mau Disuruh Foto Bugil
Harapan 11 wanita itu dihancurkan Suherman yang sebenarnya bukan seorang staf HRD, melainkan sopir angkot.
"Awalnya saya kirim via Gopay senilai Rp 500 ribu. Setelah itu, ia kembali meminta foto bugil saya dengan alasan tes keperawanan," ucap SA.
"Setelah saya foto, keesokan harinya ia kembali meminta uang ke saya,"
"Jika tidak transfer maka saya diancam foto tersebut akan disebarluaskan," kata SA sembari menangis.
Karena takut dengan ancaman tersebut, SA kemudian kembali mentransfer uang tunai kepada pelaku penipuan dan cabul tersebur senilai Rp 1 juta.
Namun, meskipun sudah ditransfer, pelaku masih tetap menyebarluaskan foto tanpa busana korban di media sosial.
"Saya diancam, hidup saya tidak akan tenang. Sebanyak Rp 1,5 juta uang saya transfer,"
"Saya sampaikan kepada yang lain agar jangan mudah percaya kepada orang yang baru dikenal dan jangan percaya pada lowongan kerja online,"
"Semoga tidak ada korban lagi. Saya baru lulus sekolah, belum pernah bekerja," kata SA.
(TribunJakarta/TribunJabar)
SUMBER: TribunJakarta
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kapolres-cimahi-akbp-m-yoris-marzuki-menginterogasi-suherman.jpg)