Potret Mumi Kondisi Mulut Terbuka Lebar, Peneliti Yakin Ada Alasan Memilukan Sebelum Meninggal
Sementara itu, beberapa ahli percaya ada alasan memilukan mengapa mulut mumi itu terbuka lebar.
TRI BUN-MEDAN.com - Mumifikasi merupakan cara memakamkan jenazah yang umum dilakukan di Mesir.
Tubuh orang yang meninggal dibiarkan 'abadi', baik dengan cara sederhana maupun melalui proses yang rumit.
Melansir Daily Star (24/7/2020), Seorang wanita Mesir bernama 'Meritamun' telah dimumikan dengan mulut terbuka lebar.
Para peneliti mendapatkan temuan tentang bagaimana kematian yang memilukan mungkin terjadi pada wanita tersebut.
• Parah! Israel Dituduh Ubah 15 Masjid Jadi Tempat Dugem, Restoran & Sinagog Untuk Kepentingan Yahudi
Mumi berjuluk 'mumi berteriak' ini ditemukan pada tahun 1881 di Deir el-Bahari, sebuah kompleks makam di dekat kota Luxor.
Nama "Meritamun" ditulis di bungkusnya tetapi para arkeolog masih tidak yakin siapa dia karena ada beberapa putri dengan nama itu di Mesir Kuno.
Meritamun pendek (hanya di bawah 5 kaki) dan giginya penuh dengan gigi berlubang, dengan beberapa gerahamnya membusuk hingga ke tunggul.
CT scan mayatnya baru-baru ini telah menemukan aterosklerosis luas - endapan plak lemak di pembuluh darah.
• Kasus Ponsel Ilegal PS Store, Pemilik Jadi Tahanan Rumah, Toko-tokonya yang Masih Diserbu Pembeli
Penemuan baru ini telah menyebabkan para ahli Mesir Kuno percaya bahwa dia mungkin telah meninggal karena serangan jantung besar-besaran sekitar 50-an.
Namun aterosklerosis (penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri) juga dapat menyebabkan stroke atau penyumbatan pembuluh darah otak yang fatal, sehingga penyebab kematiannya tidak pasti.
Sementara itu, beberapa ahli percaya ada alasan memilukan mengapa mulut mumi itu terbuka lebar.
Ahli percaya bahwa itu karena wanita itu meninggal sendirian dan tidak ditemukan selama beberapa jam dimana waktu rigor mortis telah dimulai.
Sehingga mayat itu membuka rahangnya dalam jeritan beku.
• Kasus Ponsel Ilegal PS Store, Pemilik Jadi Tahanan Rumah, Toko-tokonya yang Masih Diserbu Pembeli
Meski ada pula yang meragukan teori tersebut, karena proses mumifikasi memakan waktu hingga 70 hari dan rigor mortis hanya bertahan beberapa jam.
"Ini jauh lebih mungkin bahwa pembungkus di sekitar rahang tidak cukup ketat untuk menahan mulut, karena cenderung jatuh ke posisi terbuka jika dibiarkan sendiri," Andrew Wade, seorang peneliti mumi di Universitas Barat , kata Gizmodo, dikutip dari Mirror.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/3069627670.jpg)