Saksikan Proses Belajar Daring, Akhyar Ajak Guru Bangun Karakter Siswa
Akhyar mengajak guru untuk membangun karakter siswa meski kegiatan belajar mengajar diselenggarakan secara daring.
Dia pun mengatakan, hal itu harus dibangun bersama. Para guru harus mendidik para siswa untuk menjadi orang yang berkarakter.
Dia menjelaskan, karakter yang pertama adalah memiliki solidaritas, pantang menyerah, ingin maju, jujur, meningkatkan keimanan ibadah masing-masing, membantu, dan empati.
Akhyar juga menekankan agar para guru menanamkan pendidikan karakter bagi murid sebagai modal dan kekuatan untuk menghadapi persaingan dan tantangan dunia yang terus bergerak dinamis.
Apalagi, lanjutnya, pribadi yang unggul dan berhasil adalah pribadi yang berkarakter.
“Ini merupakan nilai-nilai dasar yang harus ditanamkan kepada anak-anak didik. Karena kedepannya manusia yang unggul adalah manusia yang berkarakter,” terangnya.
Dia pun menegaskan, para guru memiliki tugas dan fungsi penentu dalam program ini.
Sebab, Medan Merdeka Belajar artinya tenaga pendidik harus mampu memberi ruang dan menemukan potensi, minat, dan bakat para murid untuk ditumbuhkembangkan.
“Hal ini karena, setiap dari kita merupakan pribadi yang memiliki keunikan dan kemampuan yang berbeda-beda,” jelas Akhyar.
Menjalin komunikasi dengan orang tua siswa
Pada kesempatan yang sama, Adlan mengatakan, pembelajaran secara daring ini memang tidak maksimal. Namun, karena situasi dan kondisi saat ini, inilah yang dapat dilakukan.
Dia pun menegaskan, Dinas Pendidikan Kota Medan tetap melakukan pengawasan di lapangan, bahkan selalu berkomunikasi dengan pihak sekolah dan orang tua serta siswa agar benar-benar pembelajaran ini tercapai.
“Walaupun situasi Covid-19 melanda Kota Medan, pembelajaran harus dilakukan dengan tetap semangat karena ada prinsipnya orang tua harus terlibat dan anak juga harus tetap semangat,” ujarnya.
Sementara itu, Marita Yetti menyampaikan, pelajaran Daring ini dilakukan sebab adanya pandemi Covid-19 di Kota Medan yang tidak memungkinkan untuk menggelar kegiatan belajar mengajar secara langsung.
“Di masa pandemi Covid-19 ini, mau gak mau kami harus siap meniadakan pembelajaran secara langsung dan beralih ke daring,” katanya.
Kemudian, dia menerangkan, pihak sekolah sudah menyiapkan program untuk rencana pembelajaran melalui daring dan luar jaringan (luring) bagi siswa yang tidak mampu.
“Siswa dapat mengambil modul dan bahan-bahan belajar semua bidang studi yang telah disiapkan ke sekolah sekali seminggu untuk dibawa pulang,” jelas Marita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/akhyar-nasution-menyaksikan-proses-belajar-secara-jarak-jauh-berbasis-dalam-jaringan.jpg)