Gandeng China dan Korsel, Vaksin Covid-19 Indonesia Dibanderol Rp 75 Ribu, Ini Progressnya
INDONESIA menggandeng dua perusahaan farmasi asing untuk mencari dan memproduksi vaksin Covid-19 yang akan tersedia pertengahan 2021.
Lalu, dilakukan perhitungan dengan mengkalikan dengan 2/3 jumlah penduduk Indonesia sebanyak 260 juta orang.
Sehingga didapatkan 176 juta unit vaksin.
“Jika setiap orangnya membutuhkan dua kali vaksin, maka diperlukan 352 juta unit vaksin untuk masyarakat,” imbuhnya seperti dilansir kompas.com.
Setidaknya, kata Ali, dibutuhkan waktu selama kurang lebih satu tahun untuk bisa memvaksin semua warga yang membutuhkan.
Vaksin Merah Putih Tersedia Februari 2021
Sebelumnya, Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman mengirimkan 10 whole genome sequence (WGS) untuk melihat karakter virus corona (COVID-19).
Dari 10 WGS yang dikirimkan, diketahui bahwa tipe corona di Indonesia masih berhubungan dengan virus dari Wuhan, Cina.
"Kami bisa melaporkan bahwa di peta Indonesia itu kita bisa melihat bahwa virus yang diisolasi di Indonesia itu jelas masih ada keturunan dari Wuhan, dari hasilnya, tetapi ketika virus-virus itu ke Indonesia itu tidak langsung datang ke Indonesia, tetapi terbawa dulu, ada yang ke Amerika dulu, ada yang ke Eropa dulu," kata Kepala LBM Eijkman Prof Amin Soebandrio dalam rapat di Komisi VII DPR, Rabu (01/07/2020).
Prof Amin menjelaskan tipe virus corona di Indonesia tidak sama dengan yang ada di negara lain. Karena itulah, menurutnya, perlu vaksin Corona yang spesifik di Indonesia.
"Dan dari gambaran ini kita bisa melihat bahwa distribusi ini di Asia saja sudah banyak berbedanya. Jadi ini memperkuat bahwa virus di Indonesia ini memang tidak 100 persen sama dengan virus di negara lain, sehingga kita harus membuat vaksin yang spesifik untuk Indonesia," ujar Prof Amin.
Selesai Februari 2021
LBM Eijkman juga telah berhasil mengkloning protein spike (S) untuk selanjutnya dilakukan penelitian pada mamalia.
"Dan beberapa versi gen S ini sudah berhasil dikloning kepada satu vektor yang basic dan setelah itu akan dikloning ditransfer, akan dimasukkan ke dalam galur sel mamalia. Sel mamalia itu misalnya dari Chinese hamster atau dari sel vero dari hewan-hewan. Nah, itu nanti untuk memudahkan proses pengembangan kami agar bisa cepat diterima oleh Bio Farma," kata Prof Amin.
"Kami memang sengaja menggunakan galur sel mamalia itu antara lain misalnya dari Chinese hamster dan itu sudah di-approve oleh WHO, sehingga tidak ada masalah lagi ketika akan digunakan untuk uji klinik pada manusia," imbuhnya.
LBM Eijkman tengah mengembangkan vaksin virus Corona atau yang dinamakan vaksin 'merah putih'. Vaksin itu diprediksi selesai pada Februari 2021.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/vaksin_covid_19.jpg)