Jenderalnya Asyik Berunding, Tentara India China Bentrok Lagi di Lapangan, China Coba Rayu Rusia
Tentara India dan China berdebat sengit di daerah bersalju, saling melontarkan pukulan dan teriakan kemarahan atas pelanggaran teritorial.
Rajnath Singh juga menyampaikan harapan Perdana Menteri Narendra Modi pada Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin agar berkunjung ke India akhir tahun ini.
Sebelumnya pada hari Selasa, Sekretaris Pertahanan Ajay Kumar melakukan diskusi dengan mitranya, Wakil Menteri Pertahanan Rusia Fomin.
China Rayu Rusia tak Jual Senjata ke India
Sementara media-media pemerintah China seperti People's Daily maupun Global Times berharap Rusia tidak menjual senjatanya ke India.
Pemerintah China dan Partai Komunis China mengelola empat media besar di China yakni People's Daily, China Central Television, China News Service, dan Global Times, dan tabloid People's Daily.
"Seperti yang dikatakan para ahli, jika Rusia ingin melunakkan hati orang China dan India, lebih baik tidak mengirim senjata ke India di saat sensitif seperti saat ini. Dua kekuatan Asia adalah mitra strategis Rusia yang sangat dekat, " tulis People's Daily.
Dalam posting Facebook-nya, People's Daily mengatakan, "India ingin segera membeli 30 jet tempur menurut surat kabar itu, dengan latar belakang konflik yang sedang berlangsung antara China dan India di Ladakh, termasuk MiG29 dan 12 Sukhoi 30MK."
Media mengatakan saat India dan China melakukan upaya berulang-ulang untuk mengurangi ketegangan di Ladakh timur, China masih bingung dengan kerja sama pertahanan antara India dan Rusia.
People's Daily juga mengakui bahwa ada pertukaran tentara antara India dan China setelah pertempuran sengit di Lembah Galwan pada malam 15 Juni.
"Menurut surat kabar Kommersant, India dan China mengambil langkah-langkah mendesak untuk mengurangi eskalasi pada garis kendali aktual di Ladakh. Sebagai langkah pertama menuju pemulihan hubungan, kedua belah pihak bertukar tentara yang ditahan setelah insiden perbatasan, yang terbesar dari 50 tahun terakhir, " ujar People's Daily.
"Terlepas dari kenyataan bahwa situasi di perbatasan tetap tegang, Delhi dan Beijing menahan diri dari langkah-langkah baru yang tajam dan retorika yang keras terhadap masing-masing pada malam konferensi video para menteri luar negeri Rusia, India, dan China pada 23 Juni ". (india today)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tentara-india-baku-pukul-dengan-tentara-china.jpg)