TRI BUN WIKI
TRIBUN-MEDAN-WIKI: Mengenal Maludin Simbolon Seorang Pejuang Kemerdekaan RI asal Tarutung
Pada saat Kabinet Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), Ia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri
Selanjutnya, Maludin Simbolon pun semakin memahami kondisi sosial politik tanah air.
Ia juga mempelajari kondisi sosial politik tanah air dari majalah ‘National Commentaren’. Majalah yang dibina oleh Dr. Sam Ratulangie, yakni seorang yang dikenal dengan tokoh Pergerakan Kebangsaan dan anggota Volksraad.
Pada Desember 1941, terjadi serangan tentara Jepang ke Pangkalan Militer Angkatan Laut Amerika di Pearl Harbour. Serangan tersebut mendorong lajunya PD-II. Situasi dan kondisi di Indonesia pun beralih, dari tangan Belanda ke Jepang.
Hal ini ditandai dengan mendaratnya sekitar 60.000 personel pasukan Jepang di Batavia, pada tanggal 1 Maret 1942 dibawah pimpinan Jenderal Hithosi Imamura.
Kedatangan personel tersebut, telah memukul mundur pasukan Belanda dari beberapa kota di Pulau Jawa dan mendorong lahirnya Perjanjian Kalijati pada tanggal 8 Maret 1942. Perjanjian itu berupa penyerahan kekuasaan dari Belanda kepada Jepang.
Lalu pada saat itu juga terjadi massacre, yakni pembunuhan besar-besaran yang dilakukan oleh pasukan Jepang, terhadap kaum terdidik dan pemuka masyarakat.
Tak disangka-sangka satu di antara korban pembunuhan tersebut, ternyata adalah Johan Simbolon, yang merupakan abang kandung Maludin Simbolon.
Abangnya yang bekerja sebagai pengawas perusahaan minyak di Plaju, tewas setelah ditangkap dan disiksa oleh Jepang.
Atas kejadian tersebut, nasionalisme dalam diri seorang Maludin Simbolon menjadi berkobar.
Selain itu, membuat dirinya terdorong masuk sekolah militer Giyugun binaan Jepang, yang dibentuk terutama untuk menghadapi pasukan Sekutu.
Setelah tamat dari sekolah militer Giyugun, Ia mendapatakan pangkat Letnan Dua dan ditempatkan di Markas Batalyon Giyugun Sumatra Selatan, bagian Pendidikan dan Pelatihan.
Di Markas Batalyon Giyugun Sumatra Selatan, Maludin Simbolon kerap sekali dipakai sebagai penerjemah inspeksi pasukan Jepang ke daerah-daerah.
Sehingga banyak melihat kekejaman tentara Jepang terhadap bangsa Indonesia.
Keadaan itu, telah menimbulkan antipati dan kebencian yang luar biasa terhadap Jepang dan bersama dengan temannya pernah merencanakan pemberontakan terhadap Jepang.
Namun, setelah mendengar anjuran Dr. A.K. Gani rencana itupun dibatalkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/maludin-simbolon-d-sa.jpg)