Proyek Wastafel Covid-19 Senilai Rp 2,1 Miliar di 90 Sekolah Negeri Tebingtinggi Menuai Sorotan
Upaya Pemerintah Kota Tebingtinggi untuk mencegah penyebaran Covid-19 di sekolah-sekolah negeri menuai sorotan.
Penulis: Alija Magribi | Editor: Juang Naibaho
Pengamat teknik bangunan dari Perhimpunan Arsitek Indonesia Sumatera Utara Boy Brahmawanta menilai pembuatan wastafel seyogianya harus mempertimbangkan fungsi.
"Duh sayang sekali, amatan saya konstruksinya berlebihan, kurang fungsional. Harusnya bisa lebih simpel. Kalau dibuat sederhana akan bisa lebih murah mungkin," katanya.
Boy tak mau mengkaji nilai yang dianggarkan lantaran belum melihat spesifikasi dan level kualitas bahan-bahan bangunan.
"Hanya melihat dari bentuknya saja, saya rasa tak terlalu memaksimalkan wastafelnya. Biar hemat, kiranya dibangun di dinding sekolah, jadi menekan biaya," katanya usai melihat foto wastafel yang ditunjukkan wartawan.
Selain itu, ia menyampaikan wastafel sebaiknya dibangun melekat dengan dinding sekolah, sehingga bisa dimanfaatkan dalam kondisi apapun.
"Kalau dibuat di luar, pas hujan, mungkin mana ada siswa yang mau mencuci tangan. Fungsionalnya yang kita lihat," jelasnya.
(tri bun-medan.com/Alija Magribi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/proyek-wastafel-sd-di-tebingtinggi.jpg)