Stok Diperkirakan Masih Menumpuk, Ekspor Karet dan Minyak Sumut Sepanjang April 2020 Menurun

Terjadi penurunan tehadap ekspor karet dan minyak. Hal ini diakibatkan banyak importir dari negara lain yang masih menunda impornya hingga saat ini.

Tribun Medan/Riski Cahyadi
BADAN Besar Karantina Pertanian Belawan melakukan pelepasan ekspor produk-produk pertanian asal Sumatera Utara, di Marendal, Deliserdang, Sumatera Utara, Minggu (22/9/2019). 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Pusat Statistik Sumatera Utara (BPS Sumut) mencatat bulan April 2020, nilai ekspor Sumut mengalami penurunan dibandingkan bulan Maret 2020, yaitu dari US$641,38 juta menjadi US$597,47 juta atau turun sebesar 6,85 persen dan turun sebesar 1,59 persen bila dibandingkan April 2019.

Ekspor golongan barang yang mengalami penurunan terbesar pada bulan April 2020 terhadap Maret 2020 terjadi pada golongan karet dan barang dari karet sebesar US$14,90 juta , turun 16,53% diikuti tembakau sebesar US$12,87 juta turun 69,79% serta lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$10,98 juta turun sebesar 4,87%.

Sedangkan ekspor golongan barang utama Sumatera Utara pada April 2020 terhadap Maret 2020 yang mengalami kenaikan terbesar adalah golongan sabun dan preparat pembersih sebesar US$7,73 juta atau naik sebesar 33,29%, diikuti ikan dan udang naik sebesar US$1,57 juta atau sebesar 6,28%.

Nilai Ekspor Sumut Menurun di Bulan April, Bersumber dari Penurunan Ekspor CPO dan Karet

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sumatera Utara (Sumut) Hendrik H Sitompul mengatakan memang terjadi penurunan tehadap ekspor karet dan minyak.

Ia mengatakan hal ini diakibatkan banyak importir dari negara lain yang masih menunda impornya hingga saat ini.

“Penurunan ini diperkirakan karena stok masih akan menumpuk, karena selain banyak importir menunda impornya, permintaan juga diprediksi belum berjalan normal pascapandemi Covid-19 ini.

Hal inilah yang mengakibatkan ekspor terganggu,” ujarnya kepada Tri bun Medan, Minggu (21/6/2020).

Ia mengatakan China masih menjadi negara tujuan ekspor paling besar untuk kedua produk utama Sumut ini. Selain itu keterkaitan China terhadap ekonomi besar.

China menduduki peringkat kedua asal penanaman modal asing, peringkat pertama tujuan ekspor non migas, peringkat kedua asal impor, dan peringkat kedua wisatawan mancanegara.

Ekspor Cengkih Sumut Meningkat di Masa New Normal, Jadi Ranah Eksportir Muda Raup Keuntungan

“Maka dari sisi ekspor, Corona ini sangat berdampak pada turunnya ekspor indonesia melalui dua jalur, yakni jalur penurunan pertumbuhan ekonomi China dan dunia, serta jalur penurunan harga komoditas. Industri pengolahan akan diprediksi melambat karena lebih dari 25 persen input produk manufaktur berasal dari China,” imbuhnya.

Disisi lain, kata Hendrik laju ekspor komoditi bahan kimia terus mengalami peningkatan. Ia mengatakan pada Maret 2020, terjadi peningkatan sebesar 8 persen untuk komoditi bahan kimia dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Ia mengatakan tren ini masih meningkat. (sep/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved