Ekspor Cengkih Sumut Meningkat di Masa New Normal, Jadi Ranah Eksportir Muda Raup Keuntungan

Dalam proses pertumbuhan cengkih tanaman ini membutuhkan iklim yang panas dan ketersediaan air yang cukup.

TRIBUN MEDAN/HO
PETUGAS Balai Besar Karantina Pertanian Belawan saat memeriksa komoditas cengkih yang akan diekspor ke berbagai negara. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Siapa yang tidak kenal cengkih (Syzigium aromaticum).

Cengkih yang merupakan produk pertanian asal sub sektor perkebunan ini ternyata banyak diminati oleh negara-negara Eropa.

Cengkih memiliki banyak manfaat dan merupakan satu dari beberapa bumbu rempah serbaguna dengan aroma yang khas.

"Tahun 2020, Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan memfasilitasi ekspor cengkih sebanyak 281,7 ton dengan nilai Rp. 25 miliar dengan 37 kali pengiriman. Tujuannya pun ke berbagai negara di 6 benua, antara lain Kuwait, Netherland, Malaysia, Israel, Marocco, India, Costarica, Finlandia, Cyprus, Jordan, Peru," ujar Nurdin Kamil selaku Kepala Bidang Karantina Tumbuhan, Badan Karantina Pertanian Belawan, Minggu (14/6/2020).

Cengkih yang dikirim melalui Pelabuhan Laut Belawan, terang Nurdin sudah melalui tahap pemeriksaan oleh pejabat Karantina Pertanian Belawan.

Ia mengatakan bahwa cengkih bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina atau OPTK sesuai dengan permintaan negara tujuan.

"Kita pastikan cengkih yang diekspor merupakan produk unggul dan terjamin kualitas nya tanpa ada organisme pengganggu tumbuhan karantina," katanya.

Meningkat Signifikan Ekspor Produk Samping Ubi Jalar Sumut ke Jepang Tembus 15 Kali Hingga Awal Juni

Berdasarkan keterangan SY, seorang eksportir cengkih, dalam proses pertumbuhan cengkih tanaman ini membutuhkan iklim yang panas dan ketersediaan air yang cukup.

"Tanaman cengkih membutuhkan iklim yang panas dan air yang cukup. Suhu yang optimal tanaman ini dikehendaki adalah 22-30 derajat celcius, dengan kelembaban udara antara 60-80 persen," katanya.

Hasrul selaku Kepala Karantina Pertanian Belawan menyampaikan ragam komoditas ekspor dari hasil tanaman perkebunan asal Sumatra Utara ini sangat banyak, termasuk satu di antara nya adalah cengkih.

Pihaknya juga akan terus mendorong tumbuhnya eksportir-eksportir muda dengan memfasilitasi kelancaran ekspornya.

"Percepatan ekspor dilakukan dengan pelayanan "One Click One Go" serta Pojok Ekspor Belawan. Sehingga kita bisa kembangkan ekspor cengkih dan komoditas lainnya via online," kata Hasrul.

KEREN, Bunga Kecombrang Asal Sumut Merekah di Pasar Ekspor, Untuk Pertama Kali Diekspor ke Malaysia

Dikatakannya, negara-negara luar mengolah cengkih untuk obat-obatan dan untuk saus kue. Bagi masyarakat luar negeri cengkih diolah sehinga didapatlah minyak cengkih.

"Minyak cengkih itu dimanfaatkan sebagai saus dalam pembuatan kue-kue. Sebagai minyak atsiri yang memiliki wangi atau keharuman yang sangat khas. Selain itu sebagai campuran kosmetik dan obat-obatan," katanya.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan mengatakan kinerja ekspor di masa new normal bisa tetap dipertahankan. Ia berharap sektor pertanian terus meningkatkan produktivitasnya.

"Alhamdulilah, di tengah pasca new normal, kinerja ekspor pertanian tetap bisa dipertahankan bahkan meningkat. Saatnya sektor pertanian bekerja dengan cara yang tidak biasa, tidak boleh berhenti dan terus berproduksi. kinerja ekspor bisa terus meningkat sesuai target Gratieks," ujarnya.(cr14/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved