Nilai Ekspor Sumut Menurun di Bulan April, Bersumber dari Penurunan Ekspor CPO dan Karet

Penurunan ekspor dalam dua bulan terakhir bersumber dari ekspor utama Sumut yaitu CPO dan karet.

PENGAMAT Ekonomi Sdari USU, Wahyu Ario Pratomo. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Selama April 2020, nilai ekspor melalui pelabuhan muat di Sumatera Utara mengalami penurunan. Penurunan nilai ekspor ini juga sudah terjadi pada Maret 2020. Hal ini dinilai bersumber dari penurunan ekspor utama Sumut yakni CPO dan karet.

Badan Pusat Statistik Sumatera Utara (BPS Sumut) mencatat bulan April 2020, nilai ekspor Sumut mengalami penurunan dibandingkan bulan Maret 2020, yaitu dari US$641,38 juta menjadi US$597,47 juta atau turun sebesar 6,85 persen dan turun sebesar 1,59 persen bila dibandingkan April 2019.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara Wahyu Ario Pratomo menilai penurunan ekspor dalam dua bulan terakhir bersumber dari ekspor utama Sumut yaitu CPO dan karet.

Mengalami Peningkatan, Inilah Sayuran dan Buah-Buahan yang Paling Banyak Diekspor Sumut

Permintaannya yang semakin menurun sebagai dampak dari menurunnya aktivitas ekonomi di negara pengimpor yaitu China dan India sebagai akibat dari penyebaran pandemi Covid-19.

“Namun aktivitas ekonomi China di Juni yang mulai bergerak dapat berdampak positif bagi permintaan CPO lagi dari Sumut. Selain itu dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional, pemerintah mendorong untuk peningkatan produksi Biodisel B-30. Hal ini tentunya akan berdampak positif terhadap permintaan CPO dan menaikkan harga CPO lagi,” katanya.

Ia mengatakan penurunan ekspor berdampak langsung dan tidak langsung ke dalam negeri. Secara langsung, dapat mempengaruhi harga karena produsen akan membatasi produksi dan permintaan Tandan Buah Segar atau TBS sawit menjadi menurun. Hal ini akan mengakibatkan harga turun.

Dengan turunnya haraga tentunya akan membuat penghasilan petani sawit menurun. Kata Wahyu secara tidak langsung hal ini bisa berdampak terhadap sektor lainnya.

“Dengan pendapatan yang menurun maka konsumsi petani sawit juga akan menurun yang mengakibatkan kondisi perekonomian menjadi menurun. Demikian pula dengan karet, harga karet yang semakin jatuh maka dapat mengurangi kesejahteraan petani karet,” katanya.

Ekspor Sumut Turun 11,17 Persen, Lihat Data Lengkapnya

Ia mengatakan harga CPO bisa kembali naik kalau perekonomian sudah pulih seperti sebelum Covid-19. Hal ini karena permintaan CPO untuk bahan baku dan energi akan kembali meningkat. Saat ini harga minyak bumi mengalami penurunan, akibatnya CPO sebagai barang substitusi juga mengalami penurunan

Sedangkan dari sisi impor, Wahyu mengatakan ada kenaikan nilai impor pada April 2020. Berdasarkan komoditasnya, kenaikan terjadi pada ampas/sisa industri makanan, mesin/peralatan listrik, besi/baja dan pupuk. Ampas/sisa industri makanan digunakan untuk pakan ternak.

“Namun kalau untuk jenis barangnya peningkatan terjadi pada barang konsumsi dan bahan baku/penolong. Sedangkan barang modal menurun. Kondisi ini menggambarkan bahwa sektor industri di Sumut masih cenderung stagnan,” pungkasnya. (sep/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved