Penjelasan Profesor Jepang Kenapa Orang Asia Lebih Kebal Covid-19 daripada Amerika Eropa

Rekor kemarian tertinggi dicatat Italia, Spanyol dan Inggris dengan rata-rata 500 kasus kematian akibat Covid-19 per sejuta populasi.

Editor: Tariden Turnip
NET
Penjelasan Profesor Jepang Kenapa Orang Asia Lebih Kebal Covid-19 daripada Amerika Eropa. Masker bra yang berenda habis terjual di pasar Jepang setelah sepekan diluncurkan. 

Efek kekebalan tubuh mereka memang tidak sempurna untuk menangkal SARS-CoV-2.

Tapi mencukupi untuk menjawab serangan virus corona yang dalam skala tertentu mirip dengan virus corona sebelumnya.

Walau begitu profesor Kodama memperingatkan, warga Asia tetap belum tentu aman.

“Virus yang bermutasi bisa sama mematikannya bagi warga Asia maupun warga Eropa,'' tegas pakar medis dari Universitas Tokyo itu.

Faktor lain mungkin berpengaruh

Para peneliti juga mencari argumen dan penjelasan dari sejumlah faktor lainnya. Misalnya dari kasus obesitas alias kegemukan di kalangan warga.

Data menunjukkan, pola makan warga Asia, khususnya di Jepang dan Korea Selatan relatif lebih berimbang dan lebih sedikit memicu obesitas.

Kasus obesitas di kalangan warga Jepang hanya tercatat sekitar 4% dan di kalangan warga Korea Selatan 5%. Bandingkan dengan kasus obesitas di kalangan warga Eropa barat yang angkanya sekitar 20% dan bahkan di AS angka obesitas mencapai 36% populasi.

Walau tidak ada bukti ilmiah yang berkaitan langsung antara kasus obesitas dengan kematian akibat Covid-19, namun orang tambun seringkali juga punya riwayat penyakit yang membuat risikonya meningkat jika tepapar Covid-19.

Selain itu diyakini kebiasaan warga di Asia Timur memakai masker secara sukarela dan sering mencuci tangan dan budaya tidak berjabat tangan saat bertemu kenalan, punya kontribusi positif pada pencegahan penularan virus corona. (dw indonesia)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved