Jelang New Normal, Kota Binjai Fokus Kembangkan Pakjai

Sejumlah daerah bersiap untuk menerapkan kebijakan new normal pascamerebaknya virus Covid-19

Tayang:
Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/HO
SEJUMLAH pimpinan OPD Pemko Binjai mengikuti rapat pembahasan persiapan era Normal Baru di Kantor Pemko Binjai. 

BINJAI,TRIBUN-Sejumlah daerah di Sumatera Utara belum benar-benar aman dari penyebaran virus Covid-19.

Walau begitu, Pemprov Sumut dan Kabupaten/Kota lain tengah mencari cara untuk bersiap menghadapi era New Normal atau normal baru. Seperti halnya Kota Binjai.

Kota Rambutan ini bakal fokus memperbaiki sektor ekonomi dan pendidikan.

Sebab tidak sedikit pengusaha, pelayanan jasa, pedagang, petani yang merasakan krisis, bahkan gulung tikar akibat pandemi Covid-19 ini.

Seorang Pejabat RSUD Tengku Mansyur Positif Covid-19, Gugus Tugas Asahan Rapid Test 14 Orang

"Dalam waktu dekat, kami akan mengoperasikan Pasar Rambung untuk memperkuat basis perekonomian.

Nantinya, pengoperasian Pasar Rambung dilengkapi dengan aplikasi daring yang kami namai Pakjai," kata Wali Kota Binjai, M Idaham, Kamis (4/6/2020).

Ia mengatakan, adapun Pakjai itu merupakan singkatan dari Pajak Binjai.

Nantinya, melalui aplikasi ini, masyarakat bisa mendapatkan informasi mengenai harga komiditi yang ada di pasaran.

Selain itu, masyarakat juga bisa melakukan transaksi jual beli secara daring.

Kota Medan dan Binjai Jadi Target Pasar Mobil Curian, Pelaku Pasok Barang dari Aceh Tenggara

"Konsep E-commerce seperti inilah jawaban untuk sektor perdagangan ketika normal baru diberlakukan," kata Idaham.

Untuk sektor pendidikan, lanjutnya, Pemko Binjai membuat satu inovasi aplikasi khusus berkait paut dengan dunia belajar mengajar.

Adapun aplikasi itu yakni Sistem Guru Mengajar (Sigum).

"Pada Senin (8/6) mendatang rencananya akan kami launching.

Untuk SMA akan kami buat juga dashboard dan aplikasinya.

Dalam seminggu dibuat dua kali teleconference, dimana setiap harinya guru dan siswa wajib diabsen," kata Idaham.

Empat Oknum OKP Pemeras Kontraktor Tak Ada Lagi di Sel Tahanan Polres Binjai, Ini Kata AKP Siswanto

Disinggung mengenai penerapan normal baru di Binjai, Idaham bilang tidak semudah yang dibayangkan.

Masyarakat, katanya, harus bisa mengikuti protokol kesehatan yang disampaikan pemerintah.

Jika tidak, maka penyebaran Covid-19 tidak akan bisa dihempang.

"Normal Baru banyak syaratnya dan wajib dipertimbangkan, enggak sesederhana yang kita bayangkan.

Harus disesuaikan dengan kondisi di suatu daerah, dan setiap daerah itu berbeda," ungkapnya.

Lanjut Idaham, Pemerintah Kota Binjai akan terlebih dahulu mengidentifikasi dan memetakan secara makro sektor apa saja yang mengalami dampak paling parah selama pandemi Covid-19.

Setelah itu, akan dirumuskan dan disusun sejumlah program strategis percepatan proses rehabilitasi, sektor perdagangan, pendidikan, kesehatan.

"Menyusun program dengan melibatkan para ahli, tenaga profesional, dan seluruh pihak terkait.

Ada tiga jaringan yang harus diperkuat seperti kesehatan, sosial, dan ekonomi.

Dari ketiga hal ini, kita pelajari terlebih dahulu sektor mana yang harus diutamakan," jelas Idaham.

HARI INI Pegawai USU Bekerja Secara New Normal, Rektor Runtung Jelaskan Terkait Perkuliahan

Untuk sektor ekonomi, Pemko Binjai telah melakukan koordinasi dengan seluruh pimpinan bank dan lembaga keuangan di Kota Binjai.

Tujuannya untuk mengetahui grafik pertumbuhan ekonomi dan membandingkannya dengan kondisi sebelum pandemi Covid-19.

"Rencananya kita akan melakukan rapat bersama pada Jumat besok.

Di situ akan diketahui perkembangan ekonomi Kota Binjai.

Bagaimana kondisi perkreditan, pertumbuhan UMKM, koperasi, dan lainnya," terang Idaham.

Sambut New Normal, Wagub Sumut Ijeck Tekankan Masyarakat Disiplin Ikuti Protokol Kesehatan

Mulai Mencari Tahu
Bupati Tanahkaro, Terkelin Brahmana mengaku wilayahnya belum bisa menerapkan kebijakan normal baru.

Katanya, ia masih ingin mencari tahu konsep apa yang dilakukan oleh daerah lain.

Sebab, kata Terkelin, penanganan satu masalah di tiap-tiap daerah tentunya berbeda-beda.

Menuju New Normal, Polda Sumut Berlakukan Besuk Online

"Kami sudah mulai mencari tahu seperti apa sebenarnya konsep ini.

Supaya, nanti kita juga bisa menerapkan konsep ini dengan baik," kata Terkelin di kantornya.

Ia mengatakan, sebagai langkah awal mempersiapkan kebijakan new normal, Pemkab Tanahkaro turut berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kemudian, nantinya Pemkab Tanahkaro akan melakukan sosialisasi serupa kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Aturan Menggelar Acara Pernikahan Setelah New Normal, Perhatikan Jumlah Tamu Maksimal

"Karena setiap daerah berbeda-beda penerapan konsep ini, makanya kita minta seluruh OPD untuk membuat standar penerapan new normal di wilayah kerjanya masing-masing.

Kalau nanti ada kekurangan, akan kita rapatkan lagi, yang penting konsep awalnya sudah tahu," ucapnya.

Disinggung mengenai pengoperasian lokasi wisata, Terkelin mengatakan hal itu belum bisa dilakukan.

Menyambut New Normal, Pasien COVID-19 di Kota Medan-Sumut Mengalami Lonjakan, Berikut Fakta-faktanya

Sebab, dia tidak ingin angka penyebaran Covid-19 di Tanahkaro meningkat.

"Kami mohon maaf, karena objek wisata di wilayah kami masih tutup.

Makanya nanti SOP penerapan new normal seluruh OPD terutama pariwisata, harus benar-benar kita maksimalkan," pungkasnya.(cr4)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved